Advertorial

Gandeng Prodeval, Gree Energy Kembangkan Solusi Biometana untuk Gantikan Diesel dan Batu Bara di Indonesia

Kompas.com - 27/10/2023, 10:15 WIB

KOMPAS.com – Salah satu pengembang biogas terkemuka di Indonesia, Gree Energy, berkolaborasi dengan Prodeval untuk memaksimalkan potensi produksi gas terbarukan sebesar 30 trillion watt-hours (TWh) per tahun yang dimiliki Indonesia. Produk gas ini didapatkan dengan mengubah limbah agroindustri menjadi biogas dan biometana.

Melalui inisiatif tersebut, keduanya siap mendekarbonisasi industri pertanian dan makanan dalam skala besar, serta memosisikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam solusi bahan bakar ramah lingkungan.

Selain itu, dengan menggabungkan keahlian Gree Energy dan Prodeval, kemitraan tersebut berupaya menghadirkan solusi satu atap yang unik untuk pengembangan energi alternatif biometana di Indonesia.

Nantinya, teknologi canggih dan andal, untuk produksi biogas serta biometana dari hasil kerja sama itu, dapat diakses oleh perusahaan di berbagai sektor industri. Dengan demikian, sumber energi tidak terbarukan, seperti solar dan batu bara, dapat digantikan dengan biogas dan biometana.

Sebagai informasi, Prodeval merupakan salah satu pemimpin dalam bidang rekayasa biometana dengan pengalaman selama 30 tahun di seluruh dunia, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Prodeval menawarkan berbagai solusi teknologi rekayasa biometana, mulai dari 3-stages membrane biogas upgrading hingga penyediaan food grade liquid CO2.

Prodeval sendiri telah membangun 332 unit peningkatan biogas ke biometana sejak 2017 hingga 2022. Perusahaan ini juga memiliki kapasitas pengiriman 125 unit per tahun.

Pada kolaborasi tersebut, Gree Energy dan Prodeval akan mengintegrasikan teknologi dan layanan kelas dunia di seluruh rantai nilai (value chain) produksi biogas.

Selain menyediakan teknologi peningkatan membran, Prodeval juga memberikan peningkatan teknologi secara berkelanjutan selama delapan tahun, pemantauan operasional secara jarak jauh yang andal, serta hotline khusus untuk dukungan teknis. dok. Gree Energy Selain menyediakan teknologi peningkatan membran, Prodeval juga memberikan peningkatan teknologi secara berkelanjutan selama delapan tahun, pemantauan operasional secara jarak jauh yang andal, serta hotline khusus untuk dukungan teknis.

Chief Executive Officer (CEO) Gree Energy Nicolas Stirer mengatakan, dalam kerja sama tersebut, pihaknya akan menyediakan rangkaian lengkap layanan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pengembangan proyek biogas di berbagai industri, mulai dari studi kelayakan, konstruksi, pembiayaan hijau, hingga teknologi peningkatan kualitas biogas.

Sementara itu, Prodeval akan menyediakan teknologi peningkatan membran guna memastikan recovery rate biometana mencapai 99,5 persen.

Untuk diketahui, teknologi yang disediakan Prodeval itu dioperasikan sepenuhnya secara otomatis dengan biaya operasional rendah yang mampu mengoptimalkan kinerja pembangkit listrik tenaga biogas.

Tak hanya itu, Prodeval juga akan memberikan peningkatan teknologi secara berkelanjutan selama delapan tahun, pemantauan operasional secara jarak jauh yang dapat diandalkan, serta hotline khusus untuk dukungan teknis.

Nicolas mengatakan, melalui penerapan teknologi Eropa yang telah terbukti serta layanan integrasi lokal, pihaknya dapat memberikan solusi energi terbarukan paling hemat biaya sekaligus mengurangi kompleksitas dan risiko bagi para pengembang proyek biogas.

"Kemitraan Gree Energy dan Prodeval akan menghasilkan biometana dengan kualitas tertinggi dengan harga yang kompetitif di Indonesia. Hal ini pun akan membuka jalan menuju penerapan solusi biometana berskala besar untuk menggantikan bahan bakar dari fosil,'' ujar Nicolas dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/10/2023).

Dengan menggabungkan teknologi terkini, dukungan finansial, dan akses ke pasar kredit karbon, solusi dari Gree Energy dan Prodeval tersebut merupakan pilihan yang layak secara finansial bagi berbagai industri di Indonesia, terutama agroindustri dan makanan.

Solusi itu pun diharapkan dapat mendorong kemajuan secara signifikan dalam upaya Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau