Advertorial

Tak Keluarkan Biaya Sepeser pun, Ini Cerita Mansuriati Rasakan Manfaat Program JKN

Kompas.com - 30/10/2023, 21:21 WIB

KOMPAS.com – Salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Mansuriati (62), merespons positif atas manfaat yang ia rasakan.

Berkat program tersebut, Mansuriati mengaku memperoleh kepastian dan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir kendala finansial.

Sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Mansuriati menuturkan bahwa saat ini, ia dirawat tiga hari dirawat di Rumah Sakit (RS) Hermina Padang lantaran sakit gangguan pencernaan.

"Selama dirawat, saya ditemani anak saya. Beberapa hari lalu, saya mengalami keluhan di perut yang tidak tertahankan hingga akhirnya saya masuk melalui unit gawat darurat (UGD). Usai diperiksa, saya dianjurkan oleh dokter untuk dirawat inap. Pelayanannya bagus dan biaya pengobatan juga ditanggung penuh,” ujar Mansuriati dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/10/2023).

Mansuriati menuturkan, sebelum dirinya mengenal Program JKN, tak sedikit masyarakat yang enggan berobat lantaran biaya pengobatan terbilang tinggi.

Namun, berkat kehadiran program tersebut, kini siapa pun dapat mengakses fasilitas kesehatan (faskes) serta pelayanannya untuk berobat.

Ia pun merasa lega dapat mengoptimalkan program pemerintah tersebut untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

"Saya merasa beruntung karena pengobatan kali ini ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Saya tidak bisa bayangkan berapa biaya yang harus saya keluarkan kalau tidak dibantu oleh BPJS Kesehatan. Walau memiliki tabungan, menanggung biaya berobat dengan uang sendiri pasti terasa berat. Terlebih, saya juga kontrol rutin untuk penyakit lainnya,” ujar Mansuriati.

Mansuriati menjelaskan, selama dirinya dirawat di RS Hermina Padang, ia belum pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan.

Dirinya mengaku mendapatkan penanganan optimal dari pihak rumah sakit. Dari aspek pelayanan, misalnya, dokter dan perawat bekerja sangat baik dan profesional.

Ia pun turut mengucapkan terima kasih kepada petugas BPJS Kesehatan Cabang Padang yang telah datang mengunjunginya di RS.

Ia berharap, program BPJS Kesehatan tersebut terus dapat berjalan karena cenderung memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Tadi saya didatangi oleh Petugas BPJS Satu untuk menanyakan bagaimana kondisi saya dan ada tidak kebutuhan medis yang belum terpenuhi. Saya jawab sudah baik semua. Terima kasih atas perhatiannya kepada peserta JKN terkait pelayanan kesehatan yang didapatkan oleh peserta," katanya

Mansuriati menilai, Program JKN perlu mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak agar dapat memberikan dampak positif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, seluruh masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan kesehatan dengan mudah dan berkualitas.

Mansuriati juga mengungkapkan bahwa biaya kesehatan dapat ditanggung BPJS Kesehatan bila masyarakat memenuhi prosedur yang sudah ditetapkan. Salah satunya, dengan menyiapkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Tidak ada satu rupiah pun yang saya keluarkan hingga saat ini. Saya pun merasa tenang menjalani perawatan. Cukup menunjukkan KTP, sudah bisa dilayani. Saya pun tidak dipersulit selama menjalani perawatan di sini. Semoga Program JKN selalu mengutamakan pelayanan yang prima untuk pesertanya dan dan dapat terus menerus memberikan jaminan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Mansuriati.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau