Advertorial

Kisah Inspiratif UMKM di Brebes: Gandeng Petani Bawang Merah untuk Majukan Kampung Halaman

Kompas.com - 14/11/2023, 13:57 WIB

KOMPAS.com – Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang indah. Dikelilingi lautan dan diselimuti pesona alam yang indah, masing-masing daerah memiliki keberagaman etnis, bahasa, serta tradisi yang membuat budaya Indonesia makin kaya. 

Salah satu wilayah yang kerap menarik perhatian adalah Kota Brebes, Jawa Tengah. Kota yang memiliki luas total 1.769,62 km2 ini punya kontribusi penting pada sektor pertanian Indonesia sehingga dijuluki “Kota Bawang”. 

Sesuai namanya, Kota Brebes berperan vital dalam produksi bawang merah. Keberhasilan Brebes sebagai sentra produksi bawang yang unggul, memastikan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang tinggi. Hasil ini tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. 

Potensi daerah tersebut disadari oleh salah satu pemuda asal Brebes bernama Dienda Lorabuana. Usai lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, ia mendedikasikan diri untuk memajukan kampung halamannya, yakni Desa Sidamulya, Wonosari, Brebes.

Dienda mendirikan PT Sinergi Brebes Inovatif (SBI) pada 2018. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang bisa dimiliki petani dengan cara kepemilikan saham.

“Brebes merupakan daerah terluas dengan potensi pertanian yang cukup besar, tapi masih dikelola secara tradisional. Harga bawang juga pernah jatuh sampai di bawah harga modal. Saya sebagai anak muda Brebes yang punya concern di bidang pertanian merasa terpanggil untuk memajukan kampung halaman,” ucap Dienda dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/11/2023).

Dienda mengakui bahwa dirinya menghadapi sejumlah tantangan dalam berinovasi dari pengelolaan secara tradisional menjadi korporasi, misalnya dalam memberikan edukasi korporasi kepada para petani dan pendanaan awal.

Di tengah tantangan tersebut, Dienda merasa terbantu dengan kehadiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI yang memberikan bantuan modal, pendampingan usaha, dan pemberdayaan petani setempat.

“BRI selalu hadir buat para petani kita dengan menyediakan produk pinjaman yang mudah dan murah. Kami juga didampingi untuk melakukan publikasi, misalnya melalui berbagai pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lokal brebes, daerah Jawa Tengah, bahkan sampai ke Jakarta,” cerita Dienda.

Transformasi bisnis lewat kolaborasi dan inovasi

Transformasi dan inovasi menjadi kunci kesuksesan yang mendorong kemajuan PT SBI. Dienda sendiri tidak menyangka bahwa bawang goreng yang dikemas dan dijual secara lebih modern dapat membantu menaikkan derajat hidup para petani lokal.

PT SBI terus berinovasi dengan meningkatkan nilai bawang merah. Selain dijual mentah dan dalam bentuk bawang goreng, bawang juga diolah menjadi camilan dengan kemasan yang lebih menarik.

Berkat transformasi dan inovasi tersebut, para petani yang semula hanya melakukan penanaman dan panen bawang merah, kini memiliki keahlian untuk mengolah dan memublikasikan produk sehingga bisa dijual ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri. 

Sebagai nasabah BRI, para petani di PT SBI juga mendapatkan pembinaan dari tenaga pemasar mikro (mantri BRI). Adapun mantri BRI yang bertugas membina para petani di PT SBI adalah Riyan.

Tidak hanya mendampingi petani di PT SBI dalam pendanaan, pengelolaan, publikasi, dan perluasan jaringan pemasaran, Riyan juga mengedukasi mereka mengenai pentingnya memiliki Tabungan BRI Simpedes.

“Kami menyosialisasikan pentingnya menabung di Tabungan BRI Simpedes, supaya petani punya dana cadangan. Untuk mempermudah pengelolaan tabungan dan transaksi, kami juga ajarkan penggunaan aplikasi BRImo,” ucap Riyan.

Masih banyak kisah inspiratif dari Dienda, PT SBI, dan para petani Brebes yang sukses membawa produk komoditas bawang hingga ke seluruh penjuru Indonesia. 

Temukan cerita lengkapnya lewat “Petualangan BRILiaN The Series 3 Episode 2: Sinergi Brebes Inovatif” yang tayang di kanal YouTube Kompas TV pada link ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau