Advertorial

Stabilkan Harga di Peternak, Bulog Segera Salurkan Jagung Pakan

Kompas.com - 15/11/2023, 15:57 WIB

KOMPAS.com – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menyalurkan jagung pakan untuk menstabilkan harga di tingkat peternak. Penyaluran ditujukan kepada peternak sasaran atau koperasi peternak sasaran.

Bulog sendiri telah mendapatkan tugas dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional untuk mengimpor jagung pakan sebesar 500.000 ton secara bertahap. Impor ini ditujukan untuk mengatasi defisit produksi jagung pakan pada kuartal 4 2023.

Saat memantau kedatangan kapal pertama impor jagung pakan di Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/11/2023), Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa sebanyak 20.000 ton jagung pakan impor telah tiba di Indonesia. Jagung pakan ini akan segera disalurkan untuk menstabilkan harga pakan di peternak.

“Hari ini, saya pastikan langsung kedatangan kapal pertama dari Vietnam sebanyak 20.000 ton jagung pakan. Ini merupakan kedatangan perdana dari penugasan tahap pertama sejumlah 250.000 ton. Adapun total penugasan yang diberikan kepada Bulog sebanyak 500.000 ton,” kata Buwas, panggilan akrab Dirut Perum Bulog, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/11/2023).

Buwas melanjutkan, jagung pakan impor akan segera dijual ke peternak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah untuk meredam kenaikan harga jagung pakan yang saat ini terjadi.

"Kami sudah mengantongi daftar peternak yang akan mendapat jagung pakan ini dan kami optimistis, dengan impor ini, harga jagung pakan bisa segera turun," imbuh Buwas.

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk mengimpor jagung pakan lantaran harganya tak kunjung melandai.

Rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak secara nasional berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram. Padahal, pemerintah menetapkan harga acuan penjualan (HAP) jagung pakan di tingkat peternak sebesar Rp 5.000 per kilogram.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau