Advertorial

Tingkatkan Kompetensi,PNM Fasilitasi Nasabah Mekaar Studi Banding ke Thailand

Kompas.com - 06/12/2023, 09:19 WIB

KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali memfasilitasi studi banding bagi nasabah binaannya. Kali ini, PNM memberangkatkan 15 nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk studi banding ke Thailand.

Kelima belas nasabah itu berasal dari Jambi, Lampung, Kabanjahe, Medan, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Pati, Balikpapan, Bekasi, Makassar, Malang, Manado, Lamongan, dan Madiun.

Studi banding tersebut bertujuan untuk memberikan modal intelektual bagi nasabah PNM Mekaar, selain modal finansial dan sosial.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa studi banding bukan hanya soal perjalanannya, melainkan juga potensi ide untuk pengembangan usaha nasabah.

"Selain menambah wawasan dan cakrawala, ibu-ibu bisa mengambil informasi yang bisa ditiru dan disesuaikan dengan kemampuan usaha masing-masing," ujar Arief dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/12/2023).

Studi banding itu, lanjutnya, juga dimaksudkan untuk mendorong nasabah PNM Mekaar agar dapat meningkatkan relasi serta pengetahuan baru tentang cara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Thailand berkembang.

Ia pun berharap, para peserta dapat termotivasi untuk mengembangkan usaha, memperluas mindset agar bisa bersaing secara global, dan menjadi penyemangat bagi nasabah lainnya.

Adapun pemilihan Thailand sebagai tempat studi banding didasari kemiripan Program One Tambon One Product (OTOP) dengan salah satu program di PNM.

Arief menuturkan, program tersebut sesuai dengan program klasterisasi yang telah dilakukan oleh PNM, baik secara sektoral maupun teritorial.

“OTOP di Thailand sama dengan program klasterisasi di PNM, yaitu mendorong satu desa (memiliki) satu produk unggulan,” tambah Arief.

Ia juga berharap, nasabah yang mengikuti studi banding bisa meningkatkan pengetahuan dan produktivitas usahanya serta berbagi pengalaman dengan sesama anggota PNM Mekaar setelah kembali dari Thailand.

Salah satu nasabah asal Balikpapan, Nurbaya, mengaku sangat bahagia karena terpilih menjadi peserta studi banding. Baginya, pengalaman tersebut sangat berharga karena bisa belajar sampai ke luar negeri.

“Ini pertama kalinya saya naik pesawat dan langsung ke Thailand. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PNM karena tidak pernah bermimpi bisa belajar sampai ke luar negeri,” katanya dengan haru.

Sebagai informasi, penyelenggaraan studi banding merupakan komitmen PNM dalam memberdayakan nasabah lewat pendampingan, selain pembiayaan.

Studi banding sebagai salah satu bentuk pendampingan agar nasabah memiliki kepercayaan diri dalam penguasaan pasar ke depan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka akses dan cakrawala bagi para nasabah.

Lewat kegiatan itu pula, PNM mendatangkan nasabah dari pulau yang berbeda-beda untuk berkumpul dan belajar bersama-sama tanpa dikenakan biaya apa pun. Karena itu, program tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh para nasabah.

Tidak berhenti sampai studi banding, nasabah terpilih akan dibina secara berkelanjutan dan diharapkan mampu memberikan semangat kepada nasabah lain.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau