Advertorial

Cara Mengatasi Kelainan Bentuk Kaki Bunion

Kompas.com - 14/12/2023, 15:52 WIB

KOMPAS.com - Bunion adalah kondisi terbentuknya tonjolan tulang pada sendi di pangkal ibu jari (jempol) kaki. Tonjolan terjadi akibat tertariknya jempol kaki ke arah samping sehingga menyebabkan pangkal jempol kaki menonjol keluar.

Selain gejala tersebut, penekanan jempol kaki ke arah jari telunjuk kaki juga terjadi pada kondisi bunion. Penekanan ini dapat menyebabkan posisi tumpang tindih antara jempol dan telunjuk kaki.

Adapun gejala lain yang dirasakan penderita bunion meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri di sekitar sendi jempol kaki, serta keterbatasan gerak pada jempol kaki.

Keluhan dan nyeri akibat bunion dapat ditangani dengan pengobatan yang bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan nyeri yang dirasakan.

Setidaknya, terdapat beberapa faktor risiko terjadinya bunion pada seseorang, yakni kelainan bawaan pada struktur atau bentuk kaki, kondisi kaki yang datar (flatfoot), memiliki riwayat cedera kaki, terjadi radang sendi (arthritis), dan penggunaan sepatu yang tidak sesuai.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Kaki dan Pergelangan Kaki Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung Dr dr Andri Primadhi, SpOT (K) menjelaskan bahwa secara umum, jenis pengobatan untuk bunion dapat diatasi dengan dua cara, yaitu pengobatan tanpa operasi dan dengan operasi.

Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan penunjang sebelum melakukan operasi, seperti rontgen untuk melihat bentuk tulang kaki.

Dokter Andri memaparkan, pengobatan tanpa operasi dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan pada kaki dan mengurangi keluhan nyeri.

Misalnya, mengganti sepatu yang lebih nyaman pada kaki dan menggunakan bantalan (spacer) di antara jempol dan jari telunjuk kaki. Hal ini dilakukan agar bunion tidak semakin parah.

“Untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan, pasien dapat mengompres kaki dengan es. Pasien juga disarankan mengonsumsi obat-obatan analgesik untuk mengurangi keluhan nyeri akibat bunion,” kata dr Andri dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/12/2023).

Apabila cara-cara pengobatan tanpa operasi belum berhasil, kata dr Andi, pasien dapat mempertimbangkan tindakan bedah.

Pembedahan dilakukan dengan mengikis jaringan pada sekitar tulang yang menonjol dan meradang serta memperbaiki bentuk jempol kaki. Hal ini agar bentuk pangkal jempol kaki lurus dan kembali normal seperti bentuk kaki pada umumnya.

“Pasien dapat langsung kembali berjalan dan beraktivitas pascabedah, meski perlu menggunakan bantuan sepatu khusus hingga kaki pasien sembuh sepenuhnya,” ujarnya.

Untuk mengetahui penanganan bunion yang tepat, Anda dapat berkonsultasi dengan dr Andri di Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung.

Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung menyediakan layanan terpadu dan komprehensif untuk menangani berbagai kasus orthopedi dengan dukungan tim dokter multidisiplin yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau