Advertorial

Wamen BUMN Puji Kecanggihan Mesin Baru Pengolahan Beras Bulog

Kompas.com - 30/12/2023, 18:38 WIB

KOMPAS.com - Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengunjungi kompleks pergudangan modern Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (30/12/2023).

Pada kesempatan tersebut, Kartika memuji fasilitas teknologi pangan mesin rice to rice (RtR) milik Bulog serta mengecek kecukupan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog.

Wamen BUMN yang akrab dipanggil Pak Tiko itu mengapresiasi upaya Perum Bulog dalam mendatangkan teknologi mesin RtR. Inisiatif ini dilakukan guna memastikan ketersediaan, kualitas, dan mutu beras. Selain itu, teknologi ini juga telah memiliki sertifikasi halal.

“Kehadiran mesin RtR di gudang pangan Perum Bulog dapat meningkatkan pengelolaan kualitas pangan dan menjamin ketersediaan pangan dalam jangka waktu panjang,” kata Tiko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/12/2023)

Setelah melihat mesin pengolahan RtR, Tiko juga mengunjungi Gudang Bulog yang sudah menerapkan warehouse management system. Gudang ini dipenuhi stok beras yang melimpah untuk kebutuhan penyaluran CBP.

“Kami sudah melihat sendiri Perum Bulog mampu menyediakan kebutuhan pokok, khususnya beras, dalam jumlah aman sesuai amanat pemerintah. Stok beras juga tersedia merata di semua unit Gudang Bulog di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo meninjau langsung kompleks pergudangan Perum Bulog.DOK. Perum Bulog Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo meninjau langsung kompleks pergudangan Perum Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa kualitas beras Perum Bulog semakin terjamin sejak pihaknya melakukan modernisasi.

Selain itu, modernisasi Bulog juga membuat penyaluran beras pada situasi darurat atau untuk mengatasi kebutuhan lonjakan bisa terlaksana dengan cepat.

“Kami sudah mempersiapkan positioning Perum Bulog sebaik mungkin. Saat ini, Bulog siap menjalankan tugas sebagai operator utama dalam menjalankan penugasan pengelolaan pangan dari pemerintah,” kata Bayu.

Bayu memaparkan, Bulog memiliki stok beras 1,15 juta ton dan stok beras impor yang tengah dalam perjalanan. Stok ini mampu menjamin kebutuhan penyaluran dan menjaga stabilitas harga pada 2024.

Pada akhir kunjungan, Wamen BUMN dan rombongan melihat Sentra Pangan Nusantara milik Bulog bernama BOSSFOOD. Sentra ini menjual produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau