Advertorial

Lewat Ruang Pintar, PNM Sediakan Fasilitas Belajar untuk Anak di Pelosok Indonesia

Kompas.com - 02/01/2024, 21:02 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap percepatan digitalisasi. Pasalnya, keterbatasan kontak fisik turut mendorong penggunaan teknologi yang masif sebagai solusi untuk berinteraksi.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi juga dinilai dapat menjadi solusi atas kegiatan belajar mengajar pada anak usia wajib belajar di pelosok Indonesia. Seperti diketahui, banyak siswa yang terpaksa berhenti belajar selama pandemi Covid-19.

Sayangnya, di tengah kondisi tersebut, pemberian subsidi untuk fasilitas belajar dan akses internet masih tidak merata. Berdasarkan riset yang dilakukan TNGlobal, sebanyak 49 persen dari total responden merasa bahwa subsidi untuk fasilitas belajar tidak merata. Sementara itu, 70 persen mengalami kesulitan akses internet.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi mengatakan bahwa dari 15 juta nasabah PNM, hanya 40 persen yang memiliki smartphone. Saat ini, PNM juga sedang melakukan proses digitalisasi.

“Bagaimana dengan proses pembelajaran daring anak dari nasabah kami? Itu juga menjadi perhatian kami,” tutur Arief dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (2/1/2024).

Arief memaparkan bahwa PNM menghadirkan program Ruang Pintar Indonesia untuk memberikan fasilitas belajar kepada anak-anak di berbagai pelosok daerah. Program ini merupakan hasil kerja sama PNM dengan salah satu organisasi nonprofit (NGO), SOS Children's Villages Indonesia.

Saat ini, terdapat 135 Ruang Pintar yang telah diresmikan dan beroperasi dengan baik. Fasilitas ini menyediakan kelas untuk 25-35 anak dengan buku, alat tulis, komputer, dan internet untuk pembelajaran daring yang diperuntukan untuk anak nasabah PNM dan warga setempat.

“Program comdev PNM dipastikan tepat guna. Oleh karena itu, Ruang Pintar hadir karena kami meninjau langsung dengan menemui nasabah di lapangan untuk mengetahui keluhan mereka selama pandemi Covid-19,” lanjut Arief.

PNM hadirkan Program Ruang Pintar untuk sediakan fasilitas belajar anak di pelosok Indonesia. DOK. PNM PNM hadirkan Program Ruang Pintar untuk sediakan fasilitas belajar anak di pelosok Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen dalam pilar community development (comdev), Kepala Divisi Divisi Kedoel Jasa Manajemen dan TJSL (JMT) Mira Damayanti menekankan bahwa aksi tersebut tak hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga goodwill perusahaan kepada nasabah PNM. 

Sementara itu, pengurus Ruang Pintar Blondo di Magelang, Jawa Tengah (Jateng) Budi Susilo mengatakan bahwa program tersebut memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar.

“Dengan berbagai kegiatan, Ruang Pintar memberikan pendampingan serta pembelajaran dengan kurikulum yang sangat menarik. Tempat ini bagaikan oase di padang gurun,” kata Budi.

PNM berharap, inisiatif untuk memajukan anak bangsa dapat terus dilakukan. Hal ini selaras dengan sejumlah poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni pengentasan kemiskinan (poin 1), berkurangnya kesenjangan (poin 10), serta kota dan pemukiman yang berkelanjutan (poin 11).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau