Advertorial

Pemkot Cilegon Kolaborasi dengan Pemkot Kitakyushu Jepang soal Pengelolaan Sampah

Kompas.com - 22/01/2024, 19:09 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menerima kunjungan Pemkot Kitakyushu, Jepang, Senin (22/1/2024).

Kunjungan pemkot asal Negeri Sakura itu dalam rangka peninjauan kelanjutan kerja sama green sister city sekaligus identifikasi kebutuhan dan prioritas kerja sama soal pengelolaan sampah di Kota Cilegon.

Rombongan pejabat Pemkot Kitakyushu diterima langsung Wali Kota Cilegon Helldy Agustian di ruang rapat Wali Kota, Senin.

"Kami berbagi strategi serta upaya (yang dapat dilakukan ke depan) untuk menjadi green sister city. Artinya, ada perjanjian selama dua tahun karena kami akan dapat dana dari Bank Dunia senilai Rp 120 miliar dengan kapasitas yang lebih tinggi dan idealnya seperti apa," ujar Wali Kota Cilegon Helldy Agustian dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin.
 

Menurut pihak Kitakyushu, kata Helldy, Kota Cilegon merupakan kota kedua yang dipilih karena dinilai berhasil mengelola sampah menjadi bahan bakar jumputan padat (BBJP).

"Pada intinya, mereka datang ke sini melihat (upaya Pemkot Cilegon) sekaligus mengapresiasi dari aspek pengelolaan sampah. Dari seluruh kunjungan mereka ke beberapa kota se-Indonesia, Kota Cilegon dinilai paling bagus dalam pengelolaan sampah karena bentuk co-firing," ungkapnya.

Sementara itu, Divisi Strategi Lingkungan Internasional Kitakyushu Asia Center, Tazawa Hironori, menyatakan akan mendukung dan berkontribusi terkait program-program yang akan direncanakan ke depan.

"Kedatangan kami ke Kota Cilegon untuk mempelajari bagaimana cara penanganan sampah karena permasalahan lingkungan di Kota Kitakyushu sama seperti di Kota Cilegon, yaitu sesama kota industri. Hal ini menarik bagi kami untuk bisa dipelajari,” kata Tazawa.

Tazawa mengakui bahwa Kota Cilegon sudah bagus dalam pengelolaan sampah. Dia pun takjub dengan pendekatan Walkot Cilegon dalam pengelolaan sampah sehingga merasa perlu mengunjungi langsung ke Kota Cilegon.

"Nanti, hasil dari kunjungan ini akan kami sampaikan ke perusahaan dan pemerintah di sana. Kami mendorong industri dan kota agar bisa mengetahui kerja sama yang bisa kami lakukan," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan akan menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan pihak delegasi Kitakyushu pada Februari 2024.

"Di Indonesia, (pihak) yang sudah melakukan kerja sama, yakni Surabaya dan Cilegon. Mudah-mudahan kerja sama ini membawa manfaat buat kedua belah pihak," harap Sabri. 

Untuk diketahui, sepanjang 2023 Pemkot Cilegon menjalin kerja sama dengan PT PLN melalui subholding PT PLN Indonesia Power membangun pabrik BBJP di TPSA Bagendung.

Pabrik tersebut mampu menyerap 30 ton sampah segar kota per hari untuk diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara (co-firing) di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau