Advertorial

Catat, Ini 5 Cara Tepat Pilih AC Biar Tagihan Listrik Tetap Hemat

Kompas.com - 26/01/2024, 08:48 WIB

KOMPAS.com – Sebagai negara tropis, pendingin udara atau air conditioner (AC) kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, bagi sebagian orang, AC merupakan salah satu perangkat elektronik yang berkontribusi terhadap kenaikan tagihan listrik.

Alih-alih menghadirkan kenyamanan lewat udara sejuk yang dihasilkan, penggunaan perangkat tersebut kerap membuat pusing lantaran membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Agar tetap hemat, Anda sebaiknya mempertimbangkan lima hal berikut sebelum memutuskan membeli atau mengganti AC.

  1. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan

AC memiliki kapasitas pendinginan yang dikenal dengan sebutan paardekracht (PK). Kapasitas ini perlu disesuaikan dengan luas ruang penempatan.

Jika PK terlalu kecil, AC akan bekerja ekstra untuk mendapatkan suhu yang diinginkan. Sementara, jika PK terlalu besar, ruangan akan terasa terlalu dingin dan tagihan listrik pun lebih tinggi.

Agar sesuai dengan kebutuhan ruang, Anda dapat menghitung dengan rumus luas ruang dikalikan dengan satuan panas British Thermal Unit (BTU), kemudian dibagi dengan 9.000 BTU.

Adapun besaran satuan BTU bergantung pada kecenderungan suhu ruang. Semakin panas suhu ruang, semakin besar pula satuan BTU.

Untuk menghitung suhu rata-rata, misalnya, Anda dapat mengalikan dengan 600 BTU. Namun, bila suhu ruang cenderung panas, misalnya ruangan basement, kalikan dengan 1.000 BTU.

Sebagai contoh, untuk menghitung PK kamar berukuran 3 x 4 meter persegi, Anda bisa menggunakan perhitungan (3 x 4 x 600) : 9.000 = 0,8.

Artinya, ruangan tersebut membutuhkan AC dengan kapasitas yang mendekati 0,8, yaitu 0,75 atau ¾ PK.

  1. Ketahui sumber panas dalam ruang

Semakin banyak sumber panas di dalam ruangan, semakin tinggi pula kapasitas pendinginan AC yang harus dipilih. Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan sumber panas dalam ruangan, seperti lampu, peralatan elektronik lain, dan jendela.

Kemudian, penempatan AC juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, letakkan unit AC jauh dari sumber panas. Sebab, penempatan yang dekat dengan sumber panas dapat memaksa AC bekerja lebih keras sehingga konsumsi daya listrik membengkak dan pendinginan tidak maksimal.

  1. Sesuaikan suhu AC dengan suhu sekitar

Saat suhu ruang terasa panas, AC cenderung disetel pada suhu terendah. Kebanyakan orang berpikir, menyetel AC pada suhu minimum membuat pendinginan lebih baik. Padahal, kondisi ini membuat kerja AC semakin berat dan konsumsi daya listrik lebih tinggi.

Untuk penggunaan di kawasan perkotaan dengan suhu rata-rata 32 derajat Celcius, idealnya AC disetel pada suhu 10-15 derajat lebih rendah.

  1. Instalasi tepat dan perawatan berkala

Instalasi yang tak sesuai prosedur dapat mengakibatkan kinerja AC lebih berat sehingga menurunkan efektivitas dan ketahanannya. Sebagai contoh, penggunaan panjang pipa yang melewati batas maksimum. Hal tersebut juga bisa menghilangkan garansi. Oleh sebab itu, pastikan pemasangan AC dilakukan oleh teknisi berpengalaman.

Kemudian, lakukan perawatan secara berkala. Idealnya, AC perlu dibersihkan setiap tiga bulan sekali.

AC perlu dibersihkan setiap tiga bulan sekali.Dok. Daikin AC perlu dibersihkan setiap tiga bulan sekali.

Sebagai informasi, pada unit indoor AC terdapat filter udara dan heat exchanger yang dapat tersumbat jika tidak dibersihkan.

Penyumbatan itu dapat menyebabkan sejumlah masalah, mulai dari kontrol suhu yang tidak mencukupi, kehilangan kapasitas, kebocoran air, kebisingan abnormal, konsumsi daya meningkat hingga 20 persen, hingga kerusakan spare parts.

Unit outdoor AC pun perlu dibersihkan secara berkala untuk menghindari perubahan pada siklus AC.

  1. Pilih AC dengan Tanda Hemat Energi 5 Bintang

Pemerintah sudah menerapkan kewajiban penempelan stiker Tanda Hemat Energi untuk setiap AC yang beredar di Indonesia.

Tanda tersebut dilambangkan dengan simbol bintang. Semakin banyak jumlah bintang yang tertera, maka semakin tinggi kemampuan AC dalam penghematan energi. Adapun tingkat penghematan tertinggi ditunjukkan dengan bintang lima.

Salah satu AC yang sudah mendapatkan Tanda Hemat Energi 5 Bintang adalah AC Daikin Inverter. AC ini hadir dengan kapasitas pendinginan beragam mulai dari ½ PK. Kapasitas ini bisa dipilih sesuai kebutuhan ruangan.

AC Daikin Inverter dengan Tanda Hemat Energi 5 Bintang.Dok. Daikin AC Daikin Inverter dengan Tanda Hemat Energi 5 Bintang.

AC Daikin Inverter juga menghadirkan sejumlah fitur menarik, mulai dari penjaga kelembapan yang tersedia pada AC Daikin Premium inverter, hingga kemampuan mengeliminasi virus dan bakteri berkat dukungan Gin-Ion Filter yang tersedia pada AC EVO Inverter.

Untuk memberikan layanan menyeluruh, Daikin juga menghadirkan layanan konsumen, seperti konsultasi kebutuhan, instalasi, pemeliharaan, serta perbaikan yang dilayani secara terpusat dan terpantau lewat Daikin Contact Center. Layanan itu juga bisa diakses lewat telepon bebas pulsa ke nomor 0800-108-108-1.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai AC inverter Daikin, Anda dapat mengunjungi laman https://www.daikin.co.id/.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau