Advertorial

DPRD Surabaya Minta Revitalisasi Kawasan Kota Lama Tetap Pertahankan Nilai Budaya dan Sejarah

Kompas.com - 31/01/2024, 21:51 WIB

KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang ingin merevitalisasi kawasan Kota Lama demi melengkapi destinasi wisata di wilayah tersebut.

Meski begitu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mengimbau agar proses revitalisasi tidak menghilangkan nilai budaya Kota Lama.

Dengan begitu, lanjutnya, wisata Kota Lama dapat menampilkan kesan berbeda dari destinasinya lantaran memiliki nilai sejarah yang kuat.

“Surabaya mempunyai sejarah begitu kuat. Maka, revitalisasi diharapkan tak hanya untuk menghidupkan wisata heritage, tapi harus diimbangi dengan memberikan sisi edukasi bagi masyarakat. Untuk itu, perlu berbagai langkah sebelum revitalisasi dilakukan. Misal, Kampung Eropa punya nuansa tematik sehingga nyambung antara kondisi sejarah dengan realisasinya,” ujar Thony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/1/2024).

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Thony, Pemkot Surabaya disarankan untuk tidak sekadar menggandeng ahli sejarah dan arsitektur bangunan saja, tapi juga sosiolog.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kawasan yang didesain sesuai dengan persepsi pengunjung saat datang ke sana.

“Kita sering kali mendesain kawasan, tapi tidak dikunjungi orang. Sering juga dikunjungi sekali, lalu tidak kembali. Sebab, secara sosiologis, rasa di kawasan itu tidak tertangkap oleh mereka. Jadi, perlu dibentuk pemikiran bahwa datang ke sini (Kota Lama) tidak sekadar tempat makanan. Walau kebutuhannya memang itu, tapi kesan juga harus dibangun,” katanya.

Dengan mempertahankan nilai sejarah, Thony meyakini bahwa ciri khas Kota Lama akan semakin menonjol sehingga mampu menjadi pembeda dengan kawasan serupa di kota lainnya.

Langkah itu pun bakal mendorong ketertarikan para wisatawan, baik lokal maupun asing, terhadap Kota Lama.

“Surabaya potensinya kuat sekali. Apalagi, yang menyangkut kehidupan masa lalu seperti sejarah. Makanya, target kita itu untuk memunculkan kawasan wisata sejarah. Selain itu, kita tak hanya ingin membangun destinasi, tapi juga spirit masyarakat yang datang di kawasan itu,” tutur Thony.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau