Advertorial

Akhiri Penantian Panjang, Kompetisi Sepak Bola Muda LKG U-14 Kembali Bergulir

Kompas.com - 01/02/2024, 14:16 WIB

KOMPAS.com — Usai vakum selama 3 tahun lebih akibat pandemi Covid-19, Liga Kompas Kacang Garuda (LKG) Under 14 (U-14) kembali bergulir mulai Minggu (26/11/2023).

Kompetisi tersebut akan berlangsung selama sebulan lebih, tepatnya hingga Minggu (3/3/2024).

Adapun peluncuran LKG U-14 musim 2023-2024 dilakukan pada Sabtu (25/11/2023) di Menara Kompas, Jakarta.

Kembali bergulirnya kompetisi tersebut jadi kabar baik lantaran mengakhiri kemarau panjang terhadap penantian kompetisi sepak bola usia muda yang konsisten dan bermutu.

Keberadaan LKG pun diharapkan dapat kembali menelurkan pemain-pemain tim nasional yang berkarakter unggul.

Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Zainudin Amali mengatakan, babak utama LKG U-14 diikuti oleh 16 tim terbaik yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Setiap tim yang ada dalam kompetisi akan menjalani total sebanyak 15 laga selama 15 pekan dalam liga yang berlangsung dalam format setengah kompetisi.

”LKG U-14 adalah kompetisi betulan, bukan sekadar turnamen. Apalagi, liga ini turut dipantau bapak-bapak dari Ikatan Psikologi Olahraga. Saya kira, ini hal yang baik. Tanpa sports science, kita tak bisa hasilkan apa-apa. Hadirnya psikolog ini adalah bagian dari sports science,” ujar Amali seperti diwartakan Kompas.id, Sabtu.

Amali meyakini, musim baru LKG U-14 akan melahirkan sejumlah calon pemain tim nasional (timnas) Indonesia di masa depan.

Hal tersebut mengingat LKG U-14 telah menelurkan sejumlah pemain yang mengisi skuad Indonesia di berbagai kelompok usia, di antaranya Egy Maulana Vikri, M Ferrari, dan Zahra Muzdalifah.

”Adik-adik yang hadir di sini pasti akan ada yang menjadi pemain timnas U-17 pada 2025. FIFA sudah memutuskan bahwa Piala Dunia U-17 seperti yang digelar di Indonesia akan dilakukan setiap tahun mulai 2025. Jadi, LKG U-14 adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri. Kami di PSSI juga akan mempersiapkan tim. Sumbernya dari mana? Ya, salah satunya dari liga ini,” kata Amali.

Pada kesempatan itu, Amali tak lupa untuk mengapresiasi Harian Kompas dan sponsor LKG U-14 yang telah berupaya menggulirkan kembali liga yang dikenal akan kedisiplinannya.

Punya aturan tak lazim

Meski tak jauh berbeda dengan sepak bola pada umumnya, tapi LKG U-14 dapat dikatakan menjadi salah satu kompetisi liga yang tidak lazim.

Hal itu karena LKG U-14 memiliki ciri khas tersendiri dan punya sejumlah peraturan bermain yang cukup unik. Salah satunya adalah setiap tim diwajibkan untuk menurunkan setiap pemain di daftar susunan pemain (DSP) selama minimal 15 menit.

Redaktur Pelaksana Harian Kompas sekaligus Ketua Komite LKG U-14 Adi Prinantyo menjelaskan bahwa peraturan itu dibuat untuk memberikan kesempatan yang sama pada calon pesepak bola muda di Tanah Air.

”Liga ini panggung untuk semua pemain dan bukan untuk pemain tertentu saja. Ada nilai yang dikedepankan. Filosofinya adalah mendidik lewat sepak bola. Contoh, orangtua dan pemain didorong untuk menghormati sportivitas serta membantu pemain yang cedera. Bergulirnya kembali liga ini artinya berlanjutnya kembali kiprah Kompas untuk berkontribusi pada pembinaan sepak bola usia muda,” kata Adi.

Peluncuran LKG U-14 2024. Dok. Kompas Peluncuran LKG U-14 2024.

Sementara itu, Direktur Garudafood Johny Soegiarto mengaku senang akan kehadiran LKG U-14. Pasalnya, banyak talenta muda pesepakbola unggul yang lahir dari LKG U-14 setiap musim.

”Kami bangga bisa kembali menjadi bagian dari kompetisi ini dan memberikan manfaat bagi generasi muda untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat di sepak bola,” ucap Johny.

Dua hal baru

Direktur LKG U-14 Emilius Caesar Alexey menambahkan, dalam LKG U-14, peserta tidak hanya diasah untuk fokus pada aspek teknik sepak bola, tetapi juga didorong mengembangkan soft skill.

Kemampuan tersebut meliputi sikap menghargai lawan dan wasit, pantang menyerah, serta taat aturan.

Adapun untuk membantu peserta agar dapat semakin berkembang, penyelenggara pun berinovasi dengan menambahkan dua hal baru.

Salah satu inovasi tersebut adalah pelibatan psikolog olahraga untuk membantu para pemain dan memberi pengertian kepada orangtuanya.

Psikolog juga ditugaskan untuk memilih pemain yang layak masuk dalam tim LKG-SKF untuk Piala Gothia. Selain psikolog, panitia juga melibatkan tim statistik dan pemandu bakat.

Untuk diketahui, di Eropa, pelibatan psikolog olahraga sudah dilakukan sejak dini. Mereka dibutuhkan untuk membantu memantau mental dan perkembangan remaja.

Inovasi selanjutnya yang dihadirkan dalam kompetisi LKG U-14 kali ini adalah penggunaan lapangan sintetis.

“Para pemain diharapkan terbiasa dengan lapangan sintetis. Sebab, mereka yang terpilih nantinya akan mewakili Indonesia di turnamen Piala Gothia 2024 di Swedia. Di sana, yang digunakan adalah lapangan sintetis,” kata Emilius.

Apresiasi dari Ikatan Psikologi Olahraga

Upaya pelibatan psikolog dalam LKG U-14 pun mendapat apresiasi dari Ikatan Psikologi Olahraga.

Perwakilan Ikatan Psikologi Olahraga Enoch Markum mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kepercayaan penyelenggara LKG U-14 yang telah menunjukkan konsistensi dan komitmen membangun sepak bola sebagai wahana untuk menanamkan karakter unggul bangsa.

“Olahraga merupakan sekolah kehidupan yang mengajarkan berbagai nilai dan keterampilan hidup secara holistik. Semoga cabang olahraga lainnya punya komitmen seperti Liga Kompas,” ucap Enoch.

Selain Enoch, apresiasi juga diberikan Pelatih Buperta Cibubur Jumhari Saleh. Menurutnya, LKG U-4 adalah wadah yang tepat bagi pesepak bola muda untuk mengembangkan diri.

”Anak-anak dari semua generasi yang pernah mengikuti LKG U-14 selalu antusias karena ini merupakan liga grassroot terbaik di Indonesia,” terang Jumhari.

Sebagai informasi, peserta babak utama LKG U-14 musim ini adalah Bina Taruna, Big Stars Babek, Bintang Ragunan, Buperta Cibubur, Intan Soccer Cipta Cendikia, dan Kabomania Muda.

Selanjutnya, Oneway Soccer, Villa 2000, Siaga Pratama, Salfas Soccer, BMIFA, M-Privat, Akademi Persib Bogor, Putra Agung, Asiana, dan Maesa.

Adapun acara peluncuran LKG U-14 di Menara Kompas turut dihadiri Regional Sales and Marketing Communication Head PT SKF Industrial Indonesia Arie Marsetyo dan sejumlah perwakilan sponsor.

 Tulisan ini telah terbit di Harian Kompas (Kompas.Id) pada 25/11/2023. Liga Kompas Kacang Garuda U-14 disponsori oleh Kacang Garuda, didukung oleh SKF, dan AIA.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau