Advertorial

Sambangi Pasar Singaparna, Nurhayati Bicara Soal Kenaikan Harga Sembako dan Pasar Sehat

Kompas.com - 02/02/2024, 17:50 WIB

KOMPAS.com – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan sekaligus Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat (Jabar) XI Nurhayati Effendi menyambangi Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar pada Jumat (2/2/2024).

Politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berkeliling dan memantau harga-harga sembilan bahan pokok (sembako). Dia menemukan, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Menyikapi hal itu, Nurhayati meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menormalkan harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah harus bisa mengontrol harga pangan. Lihat pasokannya. Jangan sampai (pasokan) berkurang sehingga (pemerintah) bisa mengantisipasi kenaikan harga. Kami harap, pemerintah bertindak cepat,” ucap Nurhayati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Caleg DPR Dapil Jabar XI Nurhayati Effendi.Dok. Istimewa Caleg DPR Dapil Jabar XI Nurhayati Effendi.

Pada kesempatan itu, Nurhayati juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, untuk merevitalisasi Pasar Singaparna menjadi pasar sehat.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar kualitas kesehatan masyarakat bisa semakin baik. Apalagi, pasar merupakan salah satu tempat masyarakat mendapatkan pangan untuk konsumsi sehari-hari.

"Pasar harus aman dari bakteri dan virus sehingga apa pun yang dibeli di pasar itu sehat. (Pembangunan) pasar sehat harus segera direalisasikan," imbuh Nurhayati.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau