Advertorial

KPR Sejahtera FLPP BRI, Solusi Gen Z Miliki Rumah dengan Cicilan Ringan

Kompas.com - 06/02/2024, 10:57 WIB

KOMPAS.com - Generasi Z sering kali dianggap sebagai generasi yang kerap berfoya-foya. Banyak juga yang beranggapan bahwa generasi ini akan lebih sulit dalam memiliki hunian jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.

Kondisi tersebut umumnya disebabkan gaya hidup konsumtif dan terjebak kebiasaan impulsive buying sehingga tidak memiliki uang tabungan ataupun investasi untuk masa depan.

Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan impian dan harapan mereka yang ingin segera memiliki ruang sendiri untuk mengekspresikan diri.

Meski demikian, tidak jarang pula Gen Z yang sudah mengalokasikan dana untuk membeli hunian impiannya.

Sayangnya, masih ada Gen Z dalam golongan tersebut yang masih ada yang ragu untuk mewujudkan hunian impian. Rasa ragu ini biasanya disebabkan oleh harga rumah yang terus melambung.

Namun, menabung bukanlah satu-satunya cara untuk mewujudkan hunian impian. Kamu bisa mewujudkannya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Berikut beberapa alasan KPR dapat menjadi solusi yang tepat, terutama bagi Gen Z, dalam mewujudkan hunian impian.

  1. Akses ke properti

KPR dapat memungkinkan kamu untuk memiliki akses miliki properti tanpa harus menunggu bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang muka secara penuh. Sebab, dengan pengajuan KPR, uang muka yang akan kamu bayarkan akan relatif lebih terjangkau sehingga kepemilikan rumah dapat lebih cepat diwujudkan.

  1. Kemandirian finansial

Memiliki rumah sendiri melalui KPR juga dapat membantu Gen Z untuk mencapai kemandirian finansial lebih cepat. Mereka dapat merasa lebih mandiri secara finansial dengan memiliki tanggung jawab pembayaran KPR sendiri.

  1. Cicilan yang terjangkau

Banyak bank atau lembaga keuangan menawarkan berbagai pilihan KPR dengan cicilan yang terjangkau, terutama untuk pembeli rumah muda. Ini dapat memungkinkan Gen Z untuk membayar cicilan bulanan sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

  1. Keuntungan dari program pemerintah

Di beberapa negara, pemerintah menawarkan program bantuan atau insentif bagi pembeli rumah pertama, termasuk program KPR dengan bunga rendah atau subsidi uang muka.

Gen Z dapat memanfaatkan program-program tersebut untuk memperoleh KPR dengan kondisi yang lebih menguntungkan.

Melalui KPR, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya untuk memberikan solusi dan kemudahan bagi para nasabah yang ingin memiliki properti, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Upaya tersebut diwujudkan melalui produk kredit pemilikan rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program tersebut diperuntukkan khusus untuk kepemilikan rumah pertama atau masyarakat yang belum memiliki rumah, serta belum pernah menerima subsidi perumahan. Program ini juga diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan.

Adapun properti yang dibeli dengan KPR tersebut wajib dihuni serta tidak boleh dijual, disewakan, dan dikontrakkan selama 5 tahun pertama.

Sejumlah keuntungan yang ditawarkan KPR Sejahtera FLPP meliputi jangka tenor kredit maksimum 20 tahun, suku bunga fixed 5 persen selama jangka waktu kredit, serta bebas biaya PPN dan premi asuransi.

Untuk mengajukan KPR Sejahtera FLPP BRI, kamu hanya perlu datang ke cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen persyaratan. Kemudian, pihak bank akan menganalisisnya.

Jika memenuhi syarat, maka pihak bank akan menghubungi kamu. Setelah disetujui, kamu akan langsung dihubungi kembali untuk menentukan waktu tanda tangan kesepakatan dan berbagai hal lainnya untuk memenuhi KPR.

Itulah sejumlah alasan KPR dapat menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan hunian impian.

Buat kamu Gen Z yang ingin memiliki ruang berekspresi sendiri, KPR Sejahtera FLPP BRI dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mewujudkannya karena cicilan dan pengajuannya #RinganMudah!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau