Advertorial

Mendagri Lantik Adhy Karyono sebagai Pj Gubernur Jatim

Kompas.com - 16/02/2024, 19:20 WIB

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jatim.

Adhy dilantik untuk menggantikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang masa jabatannya berakhir pada Selasa (13/2/2024).

Pelantikan tersebut dilaksanakan secara hibrida di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Tito menjelaskan, awalnya pelantikan dijadwalkan pada Rabu (14/2/2024), tetapi bertepatan dengan pelaksanaan Pemilu 2024. Akhirnya, pelantikan ditetapkan pada Jumat.

“Mudah-mudahan menjadi lucky day for us. Lucky day, hari keberuntungan, yaitu hari ini (Jumat). Jadi, kami laksanakan (pelantikan) hari ini. Mudah-mudahan menjadi awal yang baik juga untuk Bapak Adhy Karyono dan seluruh stafnya nanti,” kata Mendagri dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Dalam sambutannya, Tito mengatakan bahwa Provinsi Jatim memiliki peran yang sangat penting di Indonesia karena menjadi wilayah dengan populasi terbesar kedua setelah Jawa Barat dengan 38 kabupaten/kota.

Selain itu, imbuhnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga menjadi salah satu pemerintah daerah (pemda) yang banyak mendapatkan penghargaan dari Kementerian/Lembaga (K/L).

“Dari sudut pandang pemerintah pusat, khususnya Kemendagri, Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang paling banyak mendapatkan penghargaan, mulai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga kementerian-kementerian lain,” terangnya.

Oleh karena itu Tito berharap, Pj Gubernur yang baru dilantik dapat meneruskan prestasi-prestasi yang telah diraih pemimpin sebelumnya. Apalagi, Adhy selama ini telah menunjukkan pengalamannya di birokrasi sebagai Sekda Provinsi Jatim.

Menurut Tito, dengan pengalaman pada jabatan sebelumnya, membuat Adhy dapat mengetahui dan memetakan masalah dengan lebih baik. Ia pun optimistis Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Adhy dapat melanjutkan prestasi yang telah dicapai.

“Setiap kunjungan ke sana (Jatim), Bapak (Adhy) menemui saya, kami berdiskusi panjang. Kadang-kadang seharian, dua hari. Beliau ditugaskan oleh Ibu Khofifah selagi ia mendampingi pejabat yang lain. Saya bisa memahami Bapak (Adhy) adalah salah satu sosok birokrat yang cerdas dan banyak pengalaman,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak periode 2019-2024 yang turut hadir dalam acara pelantikan tersebut.

Menurut Tito, selama lima tahun memimpin keduanya telah bekerja keras dan mengukir berbagai prestasi.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Khofifah dan Kang Emil, juga Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Emil yang telah bekerja keras selama 5 tahun. Insyaallah nanti bisa mendapatkan pahala serta dukungan dan doa dari semua pihak untuk Ibu dan Kang Emil sehingga lebih baik di masa mendatang,” kata Tito.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau