Advertorial

Rumah Anyamandiri, Usaha Binaan BRI Ubah Hama Eceng Gondok Jadi Bernilai Tinggi

Kompas.com - 17/02/2024, 12:35 WIB

KOMPAS.com - Setiap perjuangan perlu diapresiasi, termasuk dalam membuat masyarakat sekitar hidup berdikari.

Itulah yang terjadi pada Elsa Padidi, wanita yang sukses mengembangkan usaha kriya bersama masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di Jalan Poros Telkomas Lorong 1 RT 005 RW 004, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berkat kegigihannya dalam berbisnis, Elsa tidak hanya mampu menjadi sosok perempuan yang tangguh, tetapi juga menggerakkan perempuan-perempuan di desanya agar bisa berdikari lewat Klaster Usaha Rumah Anyamandiri.

Elsa mengatakan, nama Rumah Anyamandiri merepresentasikan para perajin anyaman yang diharapkan suatu saat dapat menjadi pengrajin berdikari.

“Logo berupa gambar bunga eceng gondok yang indah. Keindahannya menginspirasi penganyam agar dapat menghasilkan sesuatu yang indah dari tangkai eceng melalui kreasi tangan orang-orang kreatif,” jelasnya dalam siaran pers, Sabtu (17/2/2024).

Dia menyebutkan, eceng gondok sangat berlimpah di Makassar, meskipun tanaman ini kerap menjadi hama.

Namun, Elsa mencari cara untuk mengubah eceng gondok bisa lebih bernilai sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar.

Dengan Rumah Anyamandiri, tumbuhan eceng gondok yang dianggap hama lalu bisa menjadi suatu kerajinan yang bernilai dan dapat menunjang ekonomi rumah tangga.

Elsa menjelaskan, dia bersama kelompoknya mengikuti pelatihan pemanfaatan bahan menjadi bernilai rupiah yang diadakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Biringkanaya Makassar.

Selain itu, Elsa juga pernah mengikuti pelatihan kriya di Yogyakarta dan membagikan ilmunya ke tetangga dan ibu-ibu rumah tangga di Makassar.

Program Klasterku Hidupku BRI

Pada 2017, Elsa bersama masyarakat sekitar membentuk kelompok usaha kriya bernama Rumah Anyamandiri.

Pada 2019, Klaster Usaha Rumah Anyamandiri ikut bergabung dalam program Klasterku Hidupku dari BRI. Program tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengembangkan bisnisnya.

Para pengrajin di Klaster Usaha Rumah Anyamandiri mengikuti berbagai kegiatan pendampingan yang tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga berbagai pelatihan dan pemberdayaan lainnya. Kini, kelompok ini sukses mengembangkan produk usaha kriyanya.

Elsa mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak fasilitas dari BRI dan hampir semua pengrajin telah memanfaatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR).

“Kami juga difasilitasi berbagai bantuan sarana dan prasarana dari BRI pada 2023 kemarin, untuk merenovasi gallery shop,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, Rumah Anyamandiri juga difasilitasi untuk memasarkan produk usaha binaan dan klaster lewat marketplace Localoka dan mendapatkan banyak bantuan baik dari BRI.

Kini, Klaster Usaha Rumah Anyamandiri sudah memiliki 20 pengrajin aktif, yang terdiri dari 10 orang produksi anyaman, sedangkan sisanya berperan sebagai pengepul bahan baku.

Elsa mengatakan, Rumah Anyamandiri berada di batas Kota Makassar dan sebagian besar para suami atau laki-laki di desa berprofesi sebagai petani dan tukang ojek keliling.

“Dengan adanya Klaster Usaha Rumah Anyamandiri, ibu rumah tangga jadi memiliki penghasilan tambahan bagi keluarga hingga menggerakkan perekonomian desa,” jelasnya.

Produk-produk yang sudah dihasilkan pengrajin, antara lain keranjang, tikar, kemudian merambah ke tas, tempat tisu, tempat sampah, keranjang cucian, hingga sandal.

Hingga 2019, pemasaran produk Kelompok Rumah Anyamandiri telah bermitra dengan beberapa hotel di Makassar.

Produk-produk Rumah Anyamandiri juga dipasarkan ke Jakarta hingga Papua.

Untuk semakin memperluas pemasaran, sampel produk Rumah Anyamandiri juga dikirim ke beberapa negara, seperti Mesir, Vietnam, Afrika Selatan, Malaysia, dan Singapura.

Dengan kapasitas produksi seperti itu, omzet Rumah Anyamandiri kini mencapai sekitar Rp 35 juta per bulan.

Elsa mengatakan, pihaknya akan tetap fokus ingin membawa produk Rumah Anyamandiri agar bisa dipasarkan ke luar negeri.

“Semoga dengan adanya bantuan dan pendampingan dari BRI, harapan tersebut bisa terwujud,” harapnya.

Dia juga berharap, BRI dapat lebih sering memberikan pelatihan, baik di luar Makassar maupun di luar negeri.

“Dengan begitu, para perajin Rumah Anyamandiri semakin berdaya dan bisa menghasilkan produk yang lebih baik dan berkualitas lagi,” jelas Elsa.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, BRI memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM lewat program Klaster Hidupku.

BRI berharap, program Klaster Hidupku dapat membantu UMKM tumbuh dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di daerah lain.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya dengan memberikan modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkembang,” jelas Supari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau