Advertorial

Wali Kota Cilegon Ajak Masyarakat Jaga Kekondusifan Usai Pemilu 2024

Kompas.com - 18/02/2024, 23:31 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj 1445 Hijriyah 2024 di Alun-alun Kota Cilegon, Banten, Jumat (16/2/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Isra Miraj, para pejabat, serta ribuan warga Kota Cilegon.

Kegiatan itu diisi dengan ceramah agama oleh Habib Hanif Alattas dan KH Ahmad Slamet Ibnu Syam serta dimeriahkan oleh Hadroh Mustofa Atef dari Mesir.

Atas antusiasme yang diberikan, Helldy mengapresiasi kehadiran ribuan masyarakat yang memadati Alun-alun Kota Cilegon guna mengikuti peringatan Isra Mi’raj.

"Alhamdulillah, kita semua dapat berkumpul di alun-alun kebanggaan Kota Cilegon untuk memperingati Isra Mi’raj. Saya senang melihat antusiasme warga Cilegon yang memadati alun alun pada malam ini," ujar Helldy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (18/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, Helldy juga mengaku bersyukur atas Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kota Cilegon yang berjalan secara aman, damai, dan kondusif.

Oleh karena itu, Helldy ingin agar suasana yang baik dan penuh kekeluargaan tersebut dapat terus dijaga oleh semua elemen masyarakat.

"Setelah kita sama-sama melakukan pencoblosan, alhamdulillah Kota Cilegon aman dan nyaman. Meski beda pilihan, kita tetap satu kesatuan sebagai warga Cilegon. Jadi, marilah kita jaga kondusivitas ini. Mudah-mudahan Allah rida. Kita jadikan Cilegon dan Indonesia ke depan lebih baik lagi," kata Helldy.

Selain menjaga kebersamaan, Helldy juga tak lupa untuk mengajak para warga agar mendengarkan ceramah dengan saksama guna mendapatkan ilmu bermanfaat.

"Malam ini Pemkot Cilegon menghadirkan Habib Hanif Alattas untuk memberikan ceramahnya kepada kita semua. Beliau sahabat saya. Semoga sepulang dari kegiatan ini juga mendapat ilmu. Semoga kita semua yang hadir malam ini juga diberikan keberkahan dari Allah SWT," ucapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Habib Hanif mengajak masyarakat Kota Cilegon untuk terus membantu dan mendoakan umat Islam di Palestina selaku tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Mi’raj.

"Di Palestina, ada Masjid Al-Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam. Al-Quds yang di dalamnya ada Masjid Al-Aqsha juga merupakan tanah suci ketiga umat Islam dan tanah yang diberkahi oleh Allah SWT," jelas Habib Hanif.

Sayangnya, lanjut habib Hanif, kondisi Palestina kini tengah terjajah oleh Zionis Israel. Oleh karena itu, doa dan bantuan harus terus diberikan agar umat Islam Palestina dapat kuat menghadapi ujian berat tersebut.

"Mari kita doakan agar umat Islam Palestina dimenangkan oleh Allah SWT. Kalau tidak bisa dengan harta, minimal dengan doa. Sekarang perjuangan dapat dilakukan melalui media sosial (medsos). Sebab, berkat perjuangan melalui medsos, sekarang sudah banyak mata warga dunia yang peduli terhadap Palestina," terangnya.

Teaser: Wali Kota Cilegon Helldy Agustian ingin agar suasana yang baik dan penuh kekeluargaan tersebut dapat terus dijaga oleh semua elemen masyarakat.

Tag: #PemkotCilegon #KotaCilegon #Pemilu 2024 #IsraMiraj

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau