Advertorial

Pj Gubernur Sulsel Lantik Muhammad Saleh dan Andi Batara Lipu sebagai Pj Bupati Luwu dan Wajo

Kompas.com - 21/02/2024, 21:51 WIB

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin mengambil sumpah jabatan dan melantik Muhammad Saleh sebagai Pj Bupati Luwu dan Andi Batara Lipu sebagai Pj Bupati Wajo, di Baruga Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (21/2/2024).

Pelantikan kedua Pj Bupati tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. Saleh merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulsel. Sementara, Andi Batara merupakan Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Setelah pembacaan surat keputusan (SK) dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan, rangkaian pelantikan dilanjutkan penandatanganan berita acara atau pakta integritas dan dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat jabatan serta penyerahan SK Mendagri.

Setelah pelantikan, Bahtiar menyerahkan penghargaan kepada mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang, mantan Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, mantan Bupati Wajo Amran Mahmud, dan mantan Wakil Bupati Wajo Amran dengan masa bakti 2019-2024. Tak lupa, Bahtiar juga mengucapkan selamat kepada para Pj Bupati yang baru saja dilantik.

"Hari ini telah dilantik Pj Bupati Wajo dan Luwu. Terhitung hari ini menjabat sampai dilantiknya pejabat yang baru," kata Bahtiar dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Dalam sambutannya, Bahtiar berpesan agar pemimpin banyak turun langsung ke lapangan dan dekat serta memperhatikan rakyatnya.

"Supaya kehadiran kita sebagai penyelenggara pemerintahan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Negara dan pemerintahan dibentuk adalah untuk menghadirkan kebahagiaan bagi rakyatnya, itu kata Bung Hatta. Pemerintah daerah juga dibentuk begitu (tujuannya)," ucapnya.

Pj Gubernur Sulsel berharap, jajaran pemerintah di Sulsel dapat menjadi motor untuk mengembalikan jiwa dan nurani pemerintahan serta tugas pemerintahan yang sejati dan hakiki.dok. Humas Pemprov Sulsel Pj Gubernur Sulsel berharap, jajaran pemerintah di Sulsel dapat menjadi motor untuk mengembalikan jiwa dan nurani pemerintahan serta tugas pemerintahan yang sejati dan hakiki.

Konsep itu, imbuhnya, juga diajarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, aparat pemerintah harus hadir sebagai representasi negara.

Bahtiar mengatakan, jajaran pemerintah di Sulsel dapat menjadi motor untuk mengembalikan jiwa dan nurani pemerintahan serta tugas pemerintahan yang sejati dan hakiki.

"Datang ke masyarakat, mengobrol bersama mereka, ajak mereka salaman dan tatap matanya. (Dengan begitu), akan dapat kita rasakan harapannya. Itulah tugas kita sebagai pemimpin dan aparatur negara," ujarnya.

Bahtiar melanjutkan, para kepala daerah di Sulsel diamanatkan dua tugas, yakni mengelola dan menangani inflasi serta mempercepat akses keuangan daerah untuk meningkatkan ekonomi Sulsel. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar tujuh persen dapat dicapai untuk menjadi Indonesia Emas 2045.

"Sideceng-decenna ada, dek-e riolona, engka rimunri. Sijak-jakna ada, engka riolona, dek-e rimunri. Sebaik-baiknya bicara, tidak ada mendahuluinya, tetapi ada kenyataan. Seburuk-buruknya bicara, ada yang mendahuluinya, tetapi tidak ada kenyataan," tuturnya.

Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut, Bahtiar juga menyerahkan SK Pelaksana harian (PLH) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel.

Selain itu, ia juga menyaksikan pelantikan Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Pengukuhan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo.

Kepada Pj Ketua TP-PKK yang dilantik, Bahtiar berpesan untuk memperhatikan persoalan stunting dan pangan. Sementara untuk Ketua Dekranasda, Bahtiar mengimbau untuk meningkatkan produksi usaha masyarakat di hilirisasi produk dari Sulsel.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau