Advertorial

Program BRInita dari BRI Sulap Lahan Sempit Jadi Urban Farming Produktif

Kompas.com - 25/02/2024, 21:57 WIB

KOMPAS.com - Pemandangan berbeda terlihat di pemukiman warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Lahan yang sebelumnya tanah kosong dihimpit hunian warga di wilayah tersebut kini menjadi lahan hijau dan produktif.

Lahan-lahan tak terpakai itu telah diubah menjadi urban farming sehingga masyarakat sekitar dapat memanfaatkan hasil tanam untuk berbagai kebutuhan.

Upaya menyulap lahan kosong menjadi urban farming tersebut merupakan langkah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI lewat corporate social responsibility (CSR) BRI Peduli BRInita (Bertani di Kota) untuk mendorong perbaikan dan pelestarian lingkungan masyarakat.

Ketua KWT Mandiri Sejahtera Sutihat mengatakan, BRInita membantu masyarakat Kelurahan Surabaya dalam mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia di lingkungan warga.

Melalui program tersebut, warga Kelurahan Surabaya kini giat mengelola urban farming. Kegiatan ini didukung dengan pembangunan fasilitas, infrastruktur, penyediaan bibit, serta pelatihan urban farming bersama komunitas yang sudah berhasil mengembangkan hidroponik.

Selain memperindah lingkungan, program tersebut juga dimanfaatkan untuk memenuhi gizi masyarakat setempat. Sayur-sayuran yang dipanen warga dimanfaatkan dan diberikan secara gratis sebagai upaya penanganan stunting bagi balita dan anak-anak.

Tidak hanya itu, hasil penjualan sayuran hidroponik juga dapat dimanfaatkan warga untuk menambah pemasukan kas KWT Mandiri Sejahtera. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian bibit, nutrisi tanaman, serta biaya pemeliharaan tanaman.

KWT Mandiri Sejahtera sendiri memiliki local heroes yang berperan khusus mengelola urban farming, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga panen.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI dan IWABRI (Ikatan Wanita BRI) yang telah memberikan bantuan sarana urban farming dan selalu memberikan pendampingan serta edukasi secara langsung kepada kami. Hingga saat ini, tercatat kami sudah melakukan 5 kali panen raya sayuran hidroponik," tutur Sutihat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (25/2/2024).

Setali tiga uang dengan Sutihat. Warga Kelurahan Surabaya, Yuli, mengungkapkan bahwa program tersebut membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi bagi generasi muda.

"Berkat bantuan ekosistem urban farming, kami merasa sangat terbantu. Sayuran yang dihasilkan bermanfaat untuk konsumsi rumah tangga dan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak," kata Yuli.

Komitmen BRI terhadap lingkungan dan sosial

Program BRInita merupakan wujud komitmen BRI untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial masyarakat dan perbaikan lingkungan sekitar.

Lewat urban farming, BRI turut mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan sempit di permukiman padat penduduk dengan lebih maksimal.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menjelaskan, BRI konsisten mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menyalurkan program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan.

Program BRInita merupakan salah satu komitmen nyata BRI untuk pelestarian lingkungan di tengah kota dengan memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman.

Tidak hanya dilaksanakan di satu titik, program tersebut telah dijalankan di 21 titik di seluruh Indonesia.

"Kami berharap, bantuan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk menjadi wadah positif bagi masyarakat. Semoga cerita di KWT Mandiri Sejahtera dapat menjadi inspirasi dan dapat ditiru oleh kelompok-kelompok lain," kata Catur.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau