Advertorial

Berdayakan Kelompok Perempuan, Klaster Usaha Binaan BRI Sulap Batok Kelapa Jadi Kerajinan Tangan

Kompas.com - 28/02/2024, 19:28 WIB

KOMPAS.com - Pemberdayaan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong peranan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sekaligus menyejahterakan masyarakat pada umumnya.

Langkah tersebut pun dilakukan oleh salah satu klaster usaha binaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sinar Mulia Abadi.

Dibentuk sejak 2008, kelompok usaha perempuan itu kini berhasil memberdayakan 26 perempuan di Banjar Dinas Waliang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Ketua Sinar Mulia Abadi, AA Ayu Mahesarani Karang, mengatakan bahwa kelompok usaha ini dibentuk lantaran kondisi ekonomi warga memprihatinkan.

Tak ingin melihat warga makin terpuruk secara finansial, Rani mengumpulkan para perempuan di kampungnya serta memberdayakan mereka untuk ikut berkarya dan berdikari.

Menariknya, kelompok usaha perempuan yang dibangun Rani memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai produk utama.

Sebelumnya, batok kelapa di kampung tersebut tidak diolah dan hanya dijual mentah-mentah ke Pulau Jawa dengan harga rendah. Alhasil, keuntungan yang didapatkan warga pun rendah.

Menyadari kondisi tersebut, Rani kemudian mencari cara bagaimana agar nilai jual batok kelapa tersebut bisa meningkat dan memberikan keuntungan.

“Untuk meningkatkan nilai jual dari limbah batok kelapa, kami berinisiatif mengolahnya kembali menjadi sebuah kerajinan tangan, seperti tempat tisu, wadah permen, keranjang buah, atau tempat sesajen upacara,” ujar Rani dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (28/2/2024).

Tidak hanya itu, imbuh dia, produk-produk yang dihasilkan juga dapat menyesuaikan permintaan dari para konsumen.

“Jadi, apa yang para pembeli kehendaki kami buatkan,” katanya.

Di sisi lain, ragam produk yang dibuat oleh kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi sebagian besar dijual dengan sistem by reseller.

Namun, tak sedikit pula dari sejumlah anggota kelompok yang menjajakan produk secara langsung dari satu tempat ke yang lain.

“Untuk pemasaran, sampai saat ini masih berpusat di Pulau Bali. Namun, kami juga pernah mendapatkan pesanan dari Pulau Jawa dan Sulawesi,” tambahnya.

-Dok. BRI -

Dukungan BRI kepada kaum perempuan

Meski kini berhasil memasarkan produk ke berbagai tempat, Rani dan kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi mulanya sempat mengalami kendala proses pemasaran dan dana.

Namun, kendala tersebut berhasil diatasi berkat bantuan dari BRI Peduli. Adapun bantuan yang diberikan berupa dana senilai Rp 70 juta serta beberapa alat penyokong, seperti 8 etalase, gunting rotan, jarum, benang, gerinda, dan pelatihan.

“Dalam pelatihan tersebut kami diajarkan cara mengkreasikan batok kelapa agar hasilnya bisa lebih beragam dan diterima di pasar yang luas,” ucapnya.

Menurutnya, bantuan dari BRI Peduli menguntungkan kelompok usaha dan anggota, terutama etalase. Sebab, selama ini, mereka tidak memiliki sarana untuk memajang produk kerajinan.

Dengan begitu, upaya memperkenalkan berbagai produk kerajinan kepada calon konsumen semakin mudah.

“Kami berterima kasih kepada BRI yang telah memberi dukungan serta bantuan sehingga kelompok kami makin semangat bekerja dan menjual produk kerajinan. Berkat bantuan dari BRI Peduli, omzet kami meningkat. Bahkan, menyentuh pada kisaran Rp 25 juta per bulan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, kelompok usaha Sinar Mulia Abadi juga selalu dilibatkan setiap kali BRI menggelar acara.

Pada kesempatan sama, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menambahkan bahwa melalui program “Klasterkuhidupku”, BRI berkomitmen mendampingi dan membantu para pelaku usaha perempuan.

Adapun bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga pelatihan-pelatihan usaha dan program-program pemberdayaan.

“Kami juga mendorong produktivitas kelompok usaha perempuan dengan memberikan bantuan peralatan usaha atau sarana prasarana pendukung,” kata Supari.

Supari berharap, bantuan yang diberikan BRI Peduli dapat dioptimalkan kelompok usaha tersebut.

“Kami juga berharap, kisah yang ditunjukkan oleh kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi dapat memotivasi dan cerita inspiratif yang dapat ditiru kelompok usaha perempuan lain di berbagai daerah,” ujar Supari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau