Advertorial

Ubah Ekonomi Banyak Orang, Komisi C DPRD Surabaya Beri Apresiasi Pembangunan Serambi Ampel

Kompas.com - 24/03/2024, 20:50 WIB

KOMPAS.com - Pengembangan lokasi Wisata Religi Sunan Ampel oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi perhatian masyarakat. Kehadiran Serambi Ampel yang baru diresmikan diyakini bakal mengubah perekonomian banyak orang.

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Baktiono, memberikan apresiasi atas pembangunan Serambi Ampel. Pasalnya, tempat ini dapat menggairahkan lokasi wisata religi untuk masyarakat lokal ataupun luar daerah.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Pak Eri Cahyadi yang merupakan wali kota ketiga dari PDI Perjuangan. Tentunya, kami sangat bersyukur dan sangat bagus dengan peresmian Serambi Ampel,” ujar Baktiono melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (24/3/2024).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah eks Rumah Potong Hewan (RPH) Babi Pegirian menjadi Serambi Ampel, tempat kuliner baru di kawasan wisata religi Sunan Ampel.

Baktiono menambahkan, keberadaan Serambi Ampel di kawasan religi Ampel semakin memajukan penataan kawasan Kota Lama. Seperti diketahui, penataan Kota Lama direncanakan oleh Mantan Wali Kota Bambang DH dan Tri Rismaharini. Kemudian dilanjutkan oleh Eri Cahyadi.

Serambi Ampel, lanjutnya, juga digunakan untuk wisata religi, sentra usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sentra kuliner. Dengan demikian, kawasan Sunan Ampel semakin tertata baik.

Baktiono pun memuji keberhasilan Eri Cahyadi yang mampu menyulap RPH Pegirian menjadi Serambi Ampel. Eri mampu mempertahankan situs dan cagar budaya bangunan dari RPH Pegirian menjadi Serambi Mekah.

Pihaknya pun mengajak masyarakat bersyukur karena kawasan ini memberikan penghidupan banyak orang dengan usahanya. Hal ini sama seperti kawasan makam Bung Karno dan makam Gus Dur di Jombang.

“Serambi Ampel juga digunakan oleh para peziarah, baik nasional maupun internasional, untuk kulineran ataupun belanja produk UMKM,” tegas politikus PDI Perjuangan ini.

Ia kembali mengatakan, Serambi Ampel dengan rencana penataan kawasan religi Sunan Ampel akan memberi side effect ekonomi bagi warga sekitar dengan geliat perekonomian kawasan religi.

“Dari sisi Pemkot, tentu akan menambah penghasilan asli daerah (PAD) karena di kawasan Serambi Ampel ada hotel, restoran, dan parkir. Begitu juga pelaku UMKM di sana akan mendapat nilai tambah,” imbuhnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau