Advertorial

Perkuat RPJPD 2025-2045 dan RKPD 2025, Pemkab Klaten Gelar Musrenbang

Kompas.com - 28/03/2024, 13:08 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Grha Bung Karno (GBK), Klaten, Jateng, Rabu (27/3/2024).

Musrenbang diselenggarakan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten Pandu Wirabangsa mengatakan bahwa tujuan utama dari agenda ini adalah untuk menajamkan, menyelaraskan, dan mencapai kesepakatan mengenai arah kebijakan yang telah dirumuskan dalam rancangan RPJPD 2025-2045 serta prioritas pembangunan Kabupaten Klaten pada 2025.

“Musrenbang merupakan kegiatan rutin yang harus dilaksanakan secara bertahap, sambil berharap bahwa melalui forum ini kami dapat melakukan penyempurnaan terhadap perencanaan yang telah disusun sejak pertengahan 2023 hingga 2024,” ujar Pandu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (28/3/2024).

Adapun rancangan RPJPD Kabupaten Klaten 2025-2045 mengambil “Mewujudkan Klaten yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”. Sementara itu, tema RKPD Kabupaten Klaten 2025 adalah “Peningkatan Kemandirian Daerah Didukung Penguatan Daya Saing Ekonomi Lokal dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik”.

“Forum ini digelar dengan tujuan mendapatkan masukan untuk menyempurnakan rancangan RPJPD 2025-2045 dan RKPD 2025 dari para pemangku kepentingan,” jelas Pandu.

Selain itu, Musrenbang juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi, konsistensi, dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, RPJPD 2025-2045 dan RKPD 2025 dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan selaras dengan pembangunan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.

Bupati Klaten Sri Mulyani, menyatakan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari perencanaan pembangunan yang harus dilaksanakan.

Prioritas pembangunan Kabupaten Klaten pada 2025 antara lain adalah penguatan investasi dan daya saing potensi daerah, pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja, peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan transparan, penguatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan infrastruktur yang berkualitas dan pelestarian lingkungan.

Melalui forum Musrenbang ini Bupati Klaten berharap, pimpinan organisasi daerah (OPD) bersama pihak-pihak terkait dapat berpikir terbuka, memiliki visi ke depan, terintegratif, dan inovatif.

“Hal ini untuk mengintegrasikan pembangunan lintas sektor secara terukur, terarah, akuntabel, serta menjawab isu-isu strategis yang ada. Selain itu, melalui Musrenbang diharapkan terbentuk pula dalam pembangunan partisipasi masyarakat Klaten dalam setiap proses dan pelaksanaan pembangunan,” tambahnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau