Advertorial

Buka Lowongan Kerja, Aspire Mencari Lebih dari 50 Karyawan di Asia dan Indonesia

Kompas.com - 04/04/2024, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat perusahaan teknologi secara global menjadi sorotan, tak terkecuali di Indonesia. Salah satunya, terkait peningkatan jumlah pemutusan hubungan kerja di Tanah Air.

Pada 2024, sebanyak 40 persen perusahaan memperkirakan terdapat PHK yang berkelanjutan. Di Indonesia sendiri, sekitar 7.000 orang telah terpengaruh oleh lebih dari 50 gelombang PHK.

Di tengah tantangan tersebut, Aspire, perusahaan teknologi finansial (tekfin) asal Singapura yang menawarkan berbagai layanan keuangan di Indonesia justru terus mengalami pertumbuhan.

Baru-baru ini, Aspire mengumumkan pembukaan kantor pusat baru di Singapura dan berencana meningkatkan jumlah karyawan hingga 2025. Aspire pun telah membuka kantor di Hong Kong dan melakukan rekrutmen untuk berbagai departemen.

Di Indonesia, Aspire terus memperluas kehadirannya dengan merekrut karyawan untuk berbagai posisi penting, mulai dari divisi pemasaran hingga layanan pelanggan. Ekspansi strategis tersebut merupakan bagian penting dari misi perusahaan untuk memaksimalkan potensi pasar Asia.

Dalam upaya menyesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, Aspire juga menghadirkan solusi khusus berupa application programming interface (API) melalui kerjasama dengan Duitku, salah satu payment gateway di Indonesia yang telah beroperasi sejak 2017 dan telah memiliki Izin Pengelola Jasa Pembayaran 2 dan 3 dari Bank Indonesia.

Diskusi panel Investment Outlook 2024 bersama Anthony Tjajadi (Trihill Capital), Ferdy Nandes (Aspire), Abraham Hidayat (Skystar Capital), Patrick Yip (Intudo Ventures/ Endeavor Ambassador)Dok. Aspire Diskusi panel Investment Outlook 2024 bersama Anthony Tjajadi (Trihill Capital), Ferdy Nandes (Aspire), Abraham Hidayat (Skystar Capital), Patrick Yip (Intudo Ventures/ Endeavor Ambassador)

"Meski ada tantangan global, Aspire terus berkembang dengan stabil di Asia. Saat ini, Aspire fokus mencari talenta terbaik di bidangnya karena kami percaya tim adalah aset terbesar dan kunci kesuksesan kami," ujar General Manager Aspire Indonesia Ferdy Nandes dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/4/2024).

Pada 2023, Aspire berhasil mengumpulkan dana sebesar 100 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,7 triliun dalam putaran pendanaan Seri C yang melebihi target dan mengumumkan keuntungan dalam waktu kurang dari 3 bulan setelah pendanaan tersebut.

Aspire juga diakui sebagai salah satu dari 10 perusahaan dengan pertumbuhan tercepat oleh Straits Times di Singapura dengan pertumbuhan pendapatan lebih dari 100 persen.

Aspire mendapatkan penghargaan Top 1 Startups oleh LinkedIn.Dok. Aspire Aspire mendapatkan penghargaan Top 1 Startups oleh LinkedIn.

Tak hanya itu, Aspire, yang telah dinobatkan sebagai Top #1 Startups oleh LinkedIn selama tiga tahun berturut-turut memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan karyawan. Berbeda dengan tren PHK dan kewajiban return-to-office yang diterapkan sejumlah startup di Indonesia, Aspire fokus pada pertumbuhan tim mereka.

Perhatian khusus tersebut berupa penerapan kebijakan kerja fleksibel. Setiap tim dapat memilih hari kolaborasi offline mereka, serta penawaran cuti tanpa batas untuk untuk work life balance.

Sebagai informasi, Aspire sedang mencari lebih dari 50 karyawan untuk posisi strategis di Asia, termasuk di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang peluang karier di Aspire, kunjungi tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau