Advertorial

Catat, Ini 14 Prodi di UM dengan Peluang Masuk Tinggi lewat Jalur SNBT 2024

Kompas.com - 04/04/2024, 09:29 WIB

KOMPAS.com – Hasil Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024 via jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah diumumkan pada Senin (26/3/2024) pukul 15.00 WIB.

Calon mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang lolos SNBP 2024 bisa segera melakukan registrasi secara daring di laman http://registrasi.um.ac.id pada Rabu (27/3/2024) hingga Kamis (4/4/2024).

Jika tidak melakukan registrasi, calon mahasiswa UM yang sudah lolos SNBP 2024 tidak akan terdaftar dalam sistem. Ini berarti, calon mahasiswa urung jadi mahasiswa UM.

Selain itu, calon mahasiswa UM yang lolos SNBP 2024 dan tidak melakukan registrasi tidak bisa mendaftar Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) di mana pun.

Adapun calon mahasiswa yang belum diterima melalui jalur SNBP tidak perlu khawatir. Sebab, masih ada SNBT dan jalur seleksi mandiri untuk berkuliah di UM.

Pada jalur SNBT, calon mahasiswa yang harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Pelaksanaan tes ini dibagi dalam dua gelombang. Setiap gelombang dilaksanakan selama 7 hari dan dilakukan 2 sesi per hari.

Untuk gelombang pertama, UM akan menyelenggarakan UTBK pada 30 April 2024 dan 2 Mei 2024 sampai 7 Mei 2024. Sementara itu, gelombang kedua dilaksanakan pada 14-20 Mei 2024. Hasil seleksi jalur SNBT akan diumumkan pada 13 Juni 2024.

Pada SNBT 2024, UM memiliki daya tampung penerimaan mahasiswa baru sebanyak 3.622 dari 75 program studi.

“Tahun ini, terdapat tiga program studi (prodi) baru yang bisa menjadi pilihan calon mahasiswa baru melalui jalur SNBT, yakni S1 Kedokteran, S1 Kebidanan, dan S1 Keperawatan yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran,” ujar Kepala Sub-Direktorat Seleksi UM Dr Rizky Firmansyah, SE, MSA, CSRS, CAP, CRA, dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/4/2024).

14 prodi di UM dengan peluang masuk tinggi

Selain tiga prodi baru, calon mahasiswa bisa memilih 14 prodi yang menawarkan peluang masuk dengan persentase tinggi berikut.

  1. D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur
  2. D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
  3. D4 Perpustakaan Digital
  4. D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika
  5. D4 Teknologi Rekayasa dan Pemeliharaan Bangunan Sipil.
  6. S1 Pendidikan Bahasa Jerman
  7. S1 Pendidikan Bahasa Mandarin
  8. S1 Fisika
  9. S1 Pendidikan Fisika
  10. S1 Pendidikan Kimia
  11. S1 Pendidikan Matematika
  12. S1 Pendidikan Luar Sekolah
  13. S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
  14. S1 Pendidikan Geografi.

Sebelum memilih prodi, calon mahasiswa perlu memperhatikan beberapa hal agar bisa diterima di UM. Pertama, calon mahasiswa bebas memilih prodi apa pun di UM.

Kedua, setiap peserta dibolehkan memilih maksimal 4 prodi yang terdiri dari 2 pilihan program akademik (sarjana) dan 2 pilihan program vokasi (diploma tiga dan diploma empat/sarjana terapan) di UM.

Terakhir, calon mahasiswa harus memperhatikan urutan pemilihan prodi. Prodi yang ditempatkan paling atas merupakan pilihan prioritas calon mahasiswa. Oleh karena itu, jangan sampai terbalik menuliskan urutan prodi.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai tingkat keketatan penerimaan mahasiswa baru di tiap prodi UM, Anda dapat mengunjungi laman seleksi.um.ac.id/.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau