Advertorial

Bupati Klaten Pimpin Upacara Hari Kartini 2024

Kompas.com - 22/04/2024, 13:56 WIB

KOMPAS.com - Bupati Klaten Sri Mulyani memimpin upacara Peringatan Hari Kartini tahun 2024 Tingkat Kabupaten Klaten di Alun-alun Kabupaten Klaten, Senin (22/04/2024). Upacara ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Klaten, pelajar, dan elemen masyarakat lain.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten mengatakan bahwa perempuan merupakan tokoh sentral yang memiliki kemampuan dan kapasitas besar dalam membentuk karakter bangsa.

Hal tersebut menjadi dasar Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. Dengan demikian, mereka dapat memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat, terutama terkait dengan posisi kaum wanita.

Menurutnya, perempuan merupakan tokoh sentral dalam membentuk karakter bangsa. Atas perjuangan RA Kartini, masyarakat secara umum dapat melihat perempuan Indonesia yang hebat.

“Mereka tidak saja menjadi ibu rumah tangga yang mumpuni, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan pembangunan dan sosial,” ujar Sri Mulyani dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/4/2024).

Perempuan, lanjut Sri Mulyani, merupakan salah satu aktor dan aset dalam pembangunan ekonomi modern mengingat jumlahnya sangat besar. Tak heran, potensi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dahulu, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah dalam rumah tangga. Berkat kesetaraan gender, perempuan juga dapat bekerja di sektor produktif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga,” tegasnya.

Hal itu selaras dengan tema peringatan Hari Kartini ke-145 Tingkat Kabupaten 2024, yakni “Gelora Semangat Kartini Untuk Klaten yang Maju, Mandiri dan Sejahtera”.

Bupati Klaten Sri Mulyani. Dok. Pemkab Klaten Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sri Mulyani menilai bahwa upaya untuk mengubah paradigma pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang lebih mengedepankan kesetaraan gender memerlukan langkah strategis.

Sebagai kepala daerah yang juga seorang perempuan, ia mengucapkan terima kasih atas peran kaum laki-laki ataupun suami untuk membantu kaum perempuan.

“Pengakuan pentingnya peran perempuan dapat mewujudkan keluarga berkualitas. Keluarga yang berkualitas dapat mewujudkan Negara yang kuat,” imbuhnya.

Sri Mulyani melihat banyak perempuan Indonesia yang hebat. Selain menjadi ibu rumah tangga, mereka ikut berpartisipasi dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan dan sosial.

Ia berharap, peringatan Hari Kartini 2024 dapat menjadi momentum kebangkitan kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Klaten.

“Terima kasih kepada perempuan hebat di Kabupaten Klaten. Selamat Hari Kartini,” ucap Sri Mulyani.

Sebagai informasi, upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Klaten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Klaten, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Ketua Dharma Wanita Klaten, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten.

Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Klaten menyerahkan 8 bantuan jaminan hidup dan 2 bantuan kursi roda dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau