Advertorial

Peringati Hari Bumi Sedunia, Telkomsel Jaga Bumi Ajak Pelanggan Ciptakan Jejak Kebaikan

Kompas.com - 25/04/2024, 18:04 WIB

KOMPAS.com - Telkomsel memperkuat komitmennya dalam mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim lewat program inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Jaga Bumi.

Dalam rangka Hari Bumi Sedunia, Telkomsel merilis video kampanye bertajuk "Jejak Kebaikan". Melalui video tersebut, Telkomsel mengajak para pelanggan untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan masa depan bumi.

Pelanggan dapat berpartisipasi dengan menukarkan Telkomsel Poin yang setara dengan penanaman satu pohon dalam program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset.

Adapun gerakan “Jejak Kebaikan” terinspirasi dari semangat Indonesia dalam merawat bumi pertiwi serta sejalan dengan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang dikedepankan oleh perusahaan.

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Saki H Bramono mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan GHG Emissions of All World Countries 2023, jejak karbon di Indonesia didominasi oleh karbon dioksida sebesar 55,8 persen yang berasal dari emisi gas rumah kaca industri.

“Telkomsel mengajak seluruh pelanggan untuk bergabung dalam menciptakan 'Jejak Kebaikan' melalui tindakan sederhana yang nyata, seperti berkontribusi pada program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset lewat penukaran Telkomsel Poin untuk penanaman pohon,” ujar Saki dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (25/4/2024).

Adapun program Telkomsel Jaga Bumi telah meraih beberapa prestasi. Salah satunya adalah penanaman lebih dari 15.000 pohon mangrove di berbagai lokasi, termasuk di IKN, sepanjang 2023 melalui program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset hasil kolaborasi dengan platform Jejak.in.

Selain itu, lebih dari 75.000 pavement block dan 20.000 phone holder telah diproduksi dari limbah plastik dan bekas cangkang kartu SIM lewat program Telkomsel Jaga Bumi Waste Management bersama PlusTik.

Telkomsel juga telah mendukung akses digital pada 232 situs jaringan di daerah terpencil dan perbatasan Indonesia melalui program BTS Merah Putih. Akses tersebut memanfaatkan energi hijau atau sumber daya terbarukan untuk konsumsi energi yang lebih efisien dan rendah emisi gas karbon.

Adapun teknologi yang diterapkan juga ramah lingkungan, yakni smart office dan green building.

Dalam rangka Hari Bumi Sedunia, Telkomsel merilis kampanye video Jejak Kebaikan yang mengajak pelanggan untuk bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan bumi.Dok. Telkomsel Dalam rangka Hari Bumi Sedunia, Telkomsel merilis kampanye video Jejak Kebaikan yang mengajak pelanggan untuk bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan bumi.

Selain mengajak para pelanggan, Telkomsel turut mendorong karyawan untuk menggunakan transportasi umum, kendaraan ramah lingkungan, bersepeda ke tempat kerja, hingga membawa alat makan sendiri dalam memperingati Hari Bumi.

Sepanjang 2024, Telkomsel akan terus melakukan program penukaran Poin untuk upaya carbon offsetting bersama pelanggan dan karyawan.

Kemudian, Telkomsel berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemilahan dan daur ulang sampah pada skala nasional bersama para pemangku kepentingan.

"Sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel berusaha untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang sejalan dengan upaya pelestarian bumi sesuai dengan prinsip ESG,” ujar Saki.

Lewat program Telkomsel Jaga Bumi, lanjut Saki, pihaknya berharap dapat terus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan terhadap masyarakat dan lingkungan hidup untuk masa depan Indonesia yang cerah.

Selaras dengan gerakan "Jejak Kebaikan", Telkomsel telah meluncurkan Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) untuk pengalaman serbadigital yang mudah, tanpa hambatan, dan praktis tanpa perlu menggunakan kartu SIM fisik.

Dalam rangka Hari Bumi Sedunia, Telkomsel merilis kampanye video Jejak Kebaikan yang mengajak pelanggan untuk bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan bumi.Dok. Telkomsel Dalam rangka Hari Bumi Sedunia, Telkomsel merilis kampanye video Jejak Kebaikan yang mengajak pelanggan untuk bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan bumi.

Kehadiran eSIM diharapkan dapat mengurangi limbah bekas cangkang kartu SIM dan mendukung keberlanjutan program Telkomsel Jaga Bumi Waste Management.

Tak hanya itu, Telkomsel Jaga Bumi juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali dalam program Tahura Digitalization Support.

Program tersebut bertujuan melindungi ekosistem hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali secara berkelanjutan melalui teknologi internet of things (IoT).

Sebagai informasi, pada Maret 2023, Telkomsel juga berkolaborasi dengan Volta—produsen motor listrik terkemuka di Indonesia—untuk mengurangi emisi karbon lewat program bundling motor listrik Volta dan paket kuota data Telkomsel.

Informasi lebih lanjut tentang inisiatif Telkomsel Jaga Bumi untuk pelestarian bumi dan lingkungan hidup dapat diakses melalui tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau