Advertorial

Dukung UMKM Go Ekspor, BRI berangkatkan UMKM Kopi Bandung Gravfarm Ikuti Pameran di Amerika Serikat

Kompas.com - 09/05/2024, 10:25 WIB

KOMPAS.com – Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Salah satu negara tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut bukan tanpa alasan. AS merupakan kawasan pengonsumsi kopi terbesar di dunia sehingga memiliki potensi dan peluang pemasaran sangat besar.

BRI sebagai salah satu bank terbesar dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia terus memberikan dukungan bagi UMKM binaannya untuk dapat melakukan ekspor. Dukungan nyata tersebut diberikan melalui partisipasi UMKM binaan BRI dalam trade fair ataupun eksibisi yang dapat membantu perluasan pasar ekspor untuk pelaku usaha.

Salah satunya melalui kegiatan Specialty Coffee Expo (SCE) yang diselenggarakan pada Jumat (12/4/2024) hingga Minggu (14/4/2024) di MCCormick Place, Chicago, AS.

UMKM binaan BRI yang berkesempatan untuk menghadiri pameran tersebut adalah Gravfarm. UMKM asal Bandung tersebut lolos tahap kurasi yang dilaksanakan BRI.

Selama proses kurasi, aspek-aspek yang dinilai di antaranya adalah kualitas kopi yang memenuhi kriteria kopi specialty, aspek pelacakan dan keberlanjutan, serta sertifikasi.

Di ajang SCE 2024, Gravfarm memamerkan produknya di Paviliuan Indonesia yang merupakan kolaborasi erat antara Atase Perdagangan di KBRI Washington DC, ITPC Chicago dan Los Angeles yang didukung oleh KJRI Chicago, SCAI, Bank Indonesia, LPEI dan Atase Pertanian di KBRI Washington DC.

Selain Gravarm, terdapat pula UMKM kopi lain yang menghadirkan kopi Indonesia dari beragam sumber, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Gayo, Kintamani, Temanggung, Toraja, Mandailing dan Lampung.

Direktur Commercial, Small, dan Medium Business BRI Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa dengan dukungan dari BRI untuk mendorong pelaku UMKM menembus pasar kopi internasional, harapannya kopi Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah di Tanah Air, melainkan juga dapat merajai pasar kopi di mancanegara.

Indonesia, lanjutnya, memiliki aneka specialty coffee unggulan dari Aceh hingga Papua yang diyakini dapat bersaing dengan negara penghasil kopi lain.

Perkembangan pesat industri kopi di AS dan global mengharuskan Indonesia untuk lebih memperkuat branding Indonesia sebagai negara penghasil berbagai biji kopi specialty yang memiliki cita rasa dan kualitas yang tinggi.

“Untuk itu, BRI hadir mendukung semangat ekspor bagi UMKM binaan didorong dengan program-program unggulan kami misalnya melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/5/2024).

Ia juga menegaskan, BRI juga terus fokus mendorong pangsa pasar UMKM lokal sehingga makin berkembang dan menjadi rantai pasok global, salah satunya untuk industri kopi.

Terdapat beberapa program pemberdayaan BRI yang dapat mendukung UMKM go export, yakni UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, Growpreneur, BRIncubator, dan Rumah BUMN.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong para stakeholder bersama-sama membangun industri kopi menjadi ekosistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan demikian, semua pelaku ekosistem kopi dari petani di tingkat hulu hingga pengusaha ritel di hilir kian sejahtera,” tegas Amam.

Lucy Tedjasukmana selaku produsen dan owner Gravfarm menjelaskan, pasar kopi di AS merupakan barometer specialty kopi di dunia. Keikutsertaan Gravfarm di ajang ini menjadi wadah untuk memperkenalkan keunggulan dari kopi Indonesia dan sekaligus memperluas pemasaran Gravfarm ke pasar internasional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan kesempatan untuk ambil bagian dalam SCE 2024,” tuturnya.

Gravfarm adalah produsen kopi dari Bandung yang menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik yang mengedepankan prinsip green economy serta diproses dengan perpaduan teknologi canggih dan tradisional.

Semua produk Gravfarm dilengkapi dengan sertifikasi berstandar internasional (HACCP), halal, SNI, dan lain-lain. Selain itu, kopi yang dihasilkan dilakukan dengan metode pengolahan zero waste dan memperhatikan SUSTAINABILITY serta keseimbangan lingkungan.

Produk kopi yang dihasilkan adalah kopi arabika dan robusta kualitas terbaik dan dijual, baik dalam bentuk green bean atau kopi siap sangrai (kopi siap seduh), dengan merek GRAVFARM 1831, Java Toebroek, Hyang, Dandelion, Get Borbor, Ireng, Nusantara Series, dan juga kopi curah.

Kopi hasil olahan telah dipasarkan di dalam negeri dan internasional. Untuk dalam negei, Gravfarm dipasarkan melalui modern channel, e-commerce dan juga traditional channel melalui distributor serta reseller ke seluruh negeri, baik untuk pasar retail rumah tangga, kafe, resto, dan hotel.

Gravarm juga dipasarkan secara internasional antara lain diekspor ke Slovakia, Jermal, AS, Belgia, Jepang, China, Malaysia, dan lain-lain.

Sebagai informasi tambahan, dalam SCE, Indonesia telah 15 kali berpartisipasi. Di SCE tahun ini, Indonesia mengusung tema, “Remarkable Indonesian Coffee: Home of World’s Finest Coffee”.

Tercatat, sebanyak 12 UMKM unggulan dihadirkan di pameran tersebut. Atas keikutsertaan Gravfarm pada SCE 2024 selama 3 hari penyelenggaraan, UMKM tersebut mencatatkan potential deal sebesar 616.900 dollar AS dari pembeli asal Amerika dan Eropa.

Keikutsertaan Gravfarm dalam SCE 2024 ini merupakan tindak lanjut dari kenaikan kelas usaha yang berhasil diraihnya melalui dukungan BRI dari sisi perbankan terutama atas keberhasilannya menggaet pasar global melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau