Advertorial

Peringati Agenda 2030, PNM Berikan Pelatihan Literasi Keuangan Digital kepada Nasabah Mekaar

Kompas.com - 09/05/2024, 17:54 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberikan pelatihan kepada 50 nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Bersama Jasa Manajemen TJSL (JMT) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), PNM memberikan pelatihan literasi keuangan digital dan penanaman bibit tanaman kepada nasabah PNM Mekaar yang tersebar di 21 titik Kampung Madani PNM.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari peringatan Agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau The 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (SDGs) dan Hari Bumi yang jatuh setiap tahun pada 22 April.

Lewat pelatihan itu, PNM turut meningkatkan pemahaman nasabah terhadap literasi keuangan digital untuk usahanya. Nasabah Mekaar pun diharapkan dapat memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengatakan, pelatihan tersebut sebagai usaha subsistence agar meningkatkan nilai kewirausahaan dan dapat bersaing di era digital.

Arief melanjutkan, upaya tersebut juga sejalan dengan peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk merealisasikan tujuan SDGs di Indonesia.

“PNM juga memberikan kegiatan yang dapat menggali potensi anak-anak di Rumah Pintar Kampung Madani. Hal ini sejalan dengan keinginan PNM untuk mendampingi dan memberdayakan masyarakat agar bisa produktif,” ujar Arief dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/5/2024).

Kegiatan tersebut melibatkan 30 anak yang berada di setiap Ruang Pintar Kampung Madani, meliputi lomba mewarnai, melukis, peragaan busana, dan membaca puisi. 

Sebagai salah satu Holding Ultra Mikro (UMi) yang dinaungi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PNM dinilai semakin kuat dan dapat membantu mencapai target-target SDGs yang mesti dicapai pada 2030. 

Untuk diketahui, PNM Mekaar tercatat telah membina lebih dari 15,2 juta nasabah dengan 3.867 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) tercatat memiliki 269 unit, Jawa 2.318 unit, Kalimantan 102 unit, Maluku 19 unit, Papua enam unit, Sulawesi 285 unit, dan Sumatera 868 unit.

Nasabah PNM Mekaar terdiri dari kelompok yang setiap minggu mengadakan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Saat ini, tercatat lebih dari 810.000 kelompok di seluruh Indonesia yang secara rutin mengadakan pertemuan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau