Advertorial

Kisah Nanik Yuliati, Usaha Jamu Berkembang Berkat Program PNM Mekaar

Kompas.com - 14/05/2024, 10:59 WIB

KOMPAS.com – Nanik Yuliati (63) adalah seorang pensiunan guru. Meski berada di usia yang cukup senja, tapi perempuan asal Blitar, Jawa Timur (Jatim), ini masih terlihat ceria dan aktif.

Saat ini, Nanik aktif sebagai ketua dari sebuah unit usaha yang fokus mengolah empon-empon atau rempah jadi aneka jamu tradisional, Kelompok Precet Mewah.

Nanik mengatakan, hobinya terhadap pengolahan jamu tradisional sudah ditekuni sejak muda. Hobi ini juga ia tularkan pada anak dan adiknya.

Bersama anak dan sang adik, Nanik secara rutin membuat jamu tradisional olahan dan memasarkannya untuk menghidupi keluarga.

Bagi Nanik, bisa memberi manfaat pada sesama adalah hal yang penting. Terlebih, ia memiliki prinsip untuk bisa membantu banyak orang.

Selain melalui Kelompok Precet Mewah, ia juga memaksimalkan upayanya untuk membantu orang lain dengan menjadi Ketua Kelompok Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Dengan menjadi Ketua Kelompok Mekaar, Nanik bertekad untuk bisa membantu tetangga yang membutuhkan modal usaha.

Sebagai informasi, Mekaar adalah program pembinaan khusus yang dilaksanakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk ibu-ibu prasejahtera produktif non-bankable yang ingin memulai atau mengembangkan usaha dengan mudah.

Pembinaan tersebut diberikan perseroan melalui pemberian akses pendanaan sebagai modal usaha.

“Saya ikut bertanggung jawab jika ada anggota kelompok yang kesulitan. Semua saya lakukan agar dapat memberikan manfaat. Saya sangat berterima kasih kepada Mekaar karena nasabah bisa menambah modalnya. Saya memang menyarankan pinjam uang di Mekaar untuk usaha. Sebab, kalau tidak usaha, pasti akan sulit mengembalikan angsuran tiap minggu,” ujar Nanik dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/5/2024).

Nanik sendiri bergabung sebagai nasabah Mekaar pada 2020. Sejak saat itu, usaha yang ia jalankan bersama anak dan adiknya disebutkan terus mengalami perkembangan.

Anggota Kelompok Precet Mewah. Dok. Istimewa Anggota Kelompok Precet Mewah.

“Empat tahun belakangan ini, usaha saya terus berkembang sejak menjadi nasabah Mekaar. (Jauh berkembang) bila dibandingkan dengan saat saya memulai usaha 15 tahun lalu,” kata Nanik.

Kepala Sekretariat Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary menjelaskan bahwa Mekaar konsen pada upaya peningkatan kesejahteraan kaum perempuan.

“PNM memberikan penguatan keahlian dengan berbagai pelatihan di samping memberikan modal usaha kepada nasabah. Modal tersebut meliputi finansial, intelektual, dan sosial,” jelas Dodot.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau