Advertorial

Sosialisasi Program Mekaar di Serang, PNM Ajak Elemen Masyarakat Sejahterakan Masyarakat

Kompas.com - 15/05/2024, 17:02 WIB

KOMPAS.com – Nama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diberikan oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), BJ Habibie.

Sesuai namanya, PNM memiliki cita-cita untuk menciptakan masyarakat yang maju secara nasional dengan memberikan tiga modal utama. Tiga modal tersebut adalah modal finansial (financial capital), modal intelektual (intellectual capital), dan modal sosial (social capital).

Ketiga modal tersebut dinilai penting sehingga perlu diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan kepada masyarakat.

Sebagai wujud dari misi tersebut, PNM Cabang Serang menyelenggarakan acara sosialisasi program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sekaligus silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (14/5/2024).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Camat Baros TB Jefri Januar, Kepala Kepolisian Sektor Baros Lenggana Wahyu Bintarno, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI Baros) KH Uyung Efendi, serta perwakilan Koramil, kepala desa (kades), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pada kesempatan tersebut, KH Uyung mendorong seluruh pihak untuk menciptakan kedamaian serta menjaga kerukunan.

Ia pun berpesan kepada seluruh elemen di Kabupaten Serang agar menjaga wilayah yang dikenal memiliki tradisi keislaman yang baik.

“Saya berharap, semua unsur masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Seluruh pihak juga memahami bahwa semua muslim bersaudara,” ujar KH Uyung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/5/2024).

Pimpinan Cabang PNM Serang turut mengapresiasi partisipasi seluruh pihak dalam acara sosialisasi program PNM Mekaar.

“Kami berharap, sinergi yang optimal dapat terjalin ke depan untuk sama-sama membangun kesejahteraan masyarakat yang semakin baik,” katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau