Advertorial

Pastikan Tak Ada Hambatan, Pj Gubernur Sulsel Tinjau Proyek Bendungan Jenelata

Kompas.com - 16/05/2024, 21:00 WIB

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan langsung proyek pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Rabu (15/5/2024). Bendungan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulsel.

Pada kegiatan itu, Bahtiar didampingi oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Kepala Satuan Kerja Bendungan Balai Besar Pompengan Jeneberang Andi Baskara, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Tujuan peninjauan ini adalah untuk memastikan kelancaran pelaksanaan PSN yang merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo, khususnya dari sisi dukungan pemerintah daerah (pemda).

"Pemprov Sulsel harus memastikan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia, terutama yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), berjalan dengan baik. Jangan sampai ada proyek atau program pusat di daerah ini yang terhambat," ucap Bahtiar dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Ia melanjutkan, pembangunan Bendungan Jenelata dikabarkan tidak menemui hambatan berarti, baik dari sisi Pemprov maupun pemda. Namun, komunikasi intensif untuk mempercepat pembangunan tetap diperlukan, terutama terkait pengadaan lahan dan penyesuaian dengan tata ruang daerah di Kabupaten Gowa.

"Melihat progres, akselerasi, dan kecepatan pembangunan yang sangat positif, tinggal segera dilakukan komunikasi dengan pihak terkait, terutama aparat hukum, seperti kejaksaan, agar pengadaan lahan menjadi perhatian utama," ujar Bahtiar.

-Dok. Pemprov Sulsel -

Bendungan Jenelata diyakini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.

"Jika pembangunannya dapat diselesaikan dalam 2-3 tahun, saya ucapkan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Gowa dan jajarannya, serta Balai Pompengan Jeneberang, seluruh badan usaha milik negara (BUMN) dan instansi terkait, termasuk TNI serta Polri di wilayah ini," terang Bahtiar.

Sementara itu, Andan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berkomitmen untuk mendukung kelancaran pembangunan Bendungan Jenelata.

"Alhamdulillah, berkat arahan Gubernur, kami mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang timbul dan tidak akan menghalangi pembangunan bendungan," jelas Adnan.

Ditargetkan selesai 2028

Baskara menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Jenelata telah dimulai sejak Desember 2023. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 2,1 persen.

"Kami telah melakukan penggalian untuk urukan dasar dan di sisi kanan bendungan. Dengan dukungan Gubernur dan Bupati, kami berharap, pengadaan lahan dapat dipercepat sehingga progres pembangunan dapat mencapai 8-10 persen di akhir 2024," harap Baskara.

Bendungan Jenelata ditargetkan rampung paling lambat pada 2028.

"Target penyelesaiannya pada 2028. Namun, bila memungkinkan prosesnya dipercepat pada 2027,” kata Baskara.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau