Advertorial

Pimpin Rakor Awal, Pj Gubernur Sulsel Bagikan Visi Bersama untuk Bahagiakan Masyarakat

Kompas.com - 20/05/2024, 21:27 WIB

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Profesor Zudan Arif Fakrulloh memimpin rapat koordinasi awal di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/5/2024).

Selain rapat, momen tersebut juga jadi ajang perkenalan dan silaturahmi antara kepala perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Pada pertemuan itu, Zudan meminta dukungan serta doa dari semua kepada daerah yang hadir. Ia juga membagikan visi Pemprov Sulsel yang fokus pada percepatan penyelesaian masalah dan pelayanan agar masyarakat bisa bahagia dan sejahtera.

Selain menyejahterakan masyarakat, Zudan juga menekankan pentingnya bergerak cepat dalam menghadapi perubahan teknologi.

“Pendekatannya adalah bagaimana seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di pemerintah provinsi bersama jajaran di kabupaten bisa mendorong untuk membahagiakan masyarakat. Caranya bisa melalui program-program yang mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, dan ketahanan pangan,” ujar Zudan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Zudan menambahkan bahwa saat ini, program prioritas yang ada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) akan diperkuat melalui penajaman-penajaman program.

Sebab, ia ingin pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel bisa berjalan secara berkelanjutan.

Terkait dengan kinerja para pendahulunya, Zudan mengakui sangat menghargai semua karya-karya mereka.

"Bisa jadi yang kita nikmati sekarang adalah karya Pak Amin Syam, dilanjutkan Pak Syahrul, Penjabat Soni Sumarsono, Pak Nurdin, Pak Andi Sudirman, Mas Bahtiar, dan saya," kata Zudan.

Dalam melanjutkan program yang relevan, tambah Zudan, hal itu ibarat membangun sebuah bangunan. Setiap langkahnya membutuhkan kerja sama dan penghargaan terhadap pendahulu.

"Ibarat bangunan, saya ada di batu bata kesekian. Kita tidak akan ada di batu yang tinggi tanpa batu bata sebelumnya. Jadi, kita harus berterima kasih pada pendahulu kita dan hormati semua pimpinan," jelasnya.

Terkait fokus saat ini, Pemprov Sulsel tengah mendorong terjadinya peningkatan pelayanan publik dengan menerapkan tanda tangan elektronik.

Sulsel pun siap berlari cepat berkat karena diisi banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan infrastruktur yang baik.

“Dalam menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) juga telah siap. Untuk aparatur sipil negara (ASN), terpenting itu netralitas dan profesionalisme dalam melayani tanpa diskriminasi serta menghindari kebijakan yang menguntungkan pasangan calon tertentu,” terang Zudan.

Pj Gubernur Sulsel Profesor Zudan Arif Fakrulloh. Dok. Pemprov Sulsel Pj Gubernur Sulsel Profesor Zudan Arif Fakrulloh.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau