Advertorial

Desak Tampilkan Detail Informasi Pengerjaan Proyek Kota, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti: Bisa Redam Kejengkelan Masyarakat

Kompas.com - 23/05/2024, 14:12 WIB

KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Reni Astuti mendesak agar setiap proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, menampilkan detail informasi proyek pembangunan kota kepada masyarakat.

Selain menjadi bukti transparansi, informasi yang juga berisi masa waktu (timeline) pengerjaan proyek tersebut dapat meredam emosi dan kejengkelan warga.

“Warga Surabaya merupakan warga yang rasional. Saat terkena dampak kemacetan pengerjaan proyek, mereka akan jengkel. Biar tidak makin menggerutu, timeline proyek sebaiknya ditampilkan mencolok biar terbaca langsung oleh masyarakat,” jelas Reni dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/5/2024).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengamati bahwa banyak masyarakat Surabaya yang merasa kaget dan jengkel saat ada pengerjaan proyek, terlebih jika proyek tersebut memakan waktu lama.

“Kelihatannya (saja) jalan sudah baik, tapi tiba-tiba ada (proyek) bongkar saluran. (Masyarakat juga sering bertanya-tanya mengenai) kapan macet (berakhir) karena proyek box culvert. Kalau (informasi pengerjaan proyek) ditulis besar-besar akan ada kepuasan masyarakat dan (mereka juga jadi) mafhum. Toh, proyek itu untuk kepentingan yang jauh lebih besar, misalnya mengatasi banjir,” lanjut Reni.

Geber infrastruktur di triwulan pertama

Pada kesempatan sama, pimpinan DPRD Surabaya itu juga mengapresiasi langkah maju Pemkot Surabaya yang mengerjakan proyek infrastruktur lebih awal.

Proyek fisik pembangunan kota dimulai pada triwulan pertama. Dengan begitu, proyek dapat diselesaikan secara lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik.

Berkaitan dengan itu, Reni berharap agar informasi proyek infrastruktur disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat lebih menghargai pengerjaan proyek walau sedikit mengganggu mobilitas.

“Dengan informasi terbuka, kontaktor juga akan terdorong untuk menuntaskan proyek sesuai target dan hasilnya juga akan terlihat,” kata wanita yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu.

Menurut dia, keterbukaan dalam pengerjaan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam menyambut Hari Jadi ke-731 Kota Surabaya yang jatuh pada akhir Mei 2024.

Reni menilai bahwa perayaan tersebut harus menjadi momen untuk mempercepat penyelesaian problem kota di semua bidang.

“Perencanaan kota lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) harus tersampaikan ke masyarakat. Suara masyarakat lewat media dan warganet harus menjadi perhatian. Mari kita monitor bersama capaian Kota Surabaya,” imbuhnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau