Advertorial

Pemkab Gunungkidul Berhasil Turunkan Angka Stunting

Kompas.com - 23/05/2024, 19:44 WIB

KOMPAS.com - Kabupaten Gunungkidul berhasil menurunkan angka stunting 1,3 persen pada 2023. Lewat berbagai upaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menurunkan stunting bekerja sama dengan berbagai pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Gunungkidul Sujarwo mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, angka stunting di Kabupaten Gunungkidul turun sebesar 1,3 persen dari 23,5 persen menjadi 22,2 persen pada 2023.

"Ada penurunan angka stunting di Gunungkidul sebanyak 1,3 persen. Jika melihat data yang dirilis, Gunungkidul mengalami penurunan stunting, sementara itu angka di Daerah Istimewa Yogyakarta justru mengalami peningkatan," kata Sujarwo dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/5/2024).

Sujarwo menilai, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak lepas dari berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) sesuai Peraturan Presiden nomor 72 beserta turunannya.

Selain DPMKPPKB Gunungkidul, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) hingga ke tingkat kelurahan juga berperan penting menurunkan angka stunting.

Adapun program yang telah dilakukan antara lain pemberian makanan tambahan (PMT), pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, penyediaan sarana air minum layak, penyediaan jamban layak, edukasi, pendampingan sasaran, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

"Kami merealisasikan program sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk penanganan stunting di Gunungkidul," lanjut Sujarwo.

Penyerahan bantuan kepada masyarakat. DOK. Pemkab Gunungkidul Penyerahan bantuan kepada masyarakat.

Pihaknya juga melakukan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, dan ibu pascamelahirkan melalui kegiatan-kegiatan spesifik dan sensitive untuk memberikan pengetahuan mengenai pola hidup sehat dan pola asuh yang tepat.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Gunungkidul sesuai target nasional, yaitu 14 persen pada 2024.

"Kami terus mengupayakan penurunan yang signifikan. Perlahan namun pasti diupayakan turun," kata Sunaryanta.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat atas partisipasi dan kerja sama mereka.

"Pemerintah akan terus melakukan intervensi agar stunting di Gunungkidul terus menurun sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau