Kabar pariwisata

Dihadiri Puluhan Ribu Umat Buddha, Perayaan Waisak 2568 BE di Candi Borobudur Berlangsung Sukses

Kompas.com - 24/05/2024, 19:34 WIB

KOMPAS.com - Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2024) berlangsung sukses.

Puluhan ribu umat Buddha dan pengunjung memadati candi Buddha terbesar di Indonesia itu untuk menyaksikan rangkaian acara dalam rangka perayaan Waisak, termasuk pelepasan ribuan lampion yang menjadi ikon Waisak Nasional.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Maya Watono menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pada pemangku kepentingan serta masyarakat yang telah hadir dan turut menyukseskan rangkaian perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur.

“Kami berharap, umat Buddha yang datang merayakan Waisak dan juga pengunjung yang turut hadir mendapatkan pengalaman yang mengesankan pada kunjungannya ke Candi Borobudur kali ini,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/5/2024).

Puncak perayaan Waisak ditandai dengan acara Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, peringatan detik-detik Waisak, pradaksina Candi Borobudur, dan pelepasan lampion Waisak.

Ada pula sesi mindful walking meditation, yaitu merasakan kesakralan Candi Borobudur melalui pradaksina dan meditasi yang bisa diikuti oleh masyarakat umum pada 24–25 Mei 2024.

Pelepasan lampion yang menjadi ikon perayaan Waisak di Candi Borobudur menjadi magnet yang menarik kedatangan masyarakat.

Menariknya, lampion yang digunakan untuk festival lampion itu terbuat dari bahan ramah lingkungan. Lampion akan terurai habis seluruh bahannya setelah melayang di udara sehingga tidak menimbulkan limbah apa pun.

Sebelum pelepasan lampion, umat Buddha terlebih dahulu melakukan sesi meditasi dengan dibimbing oleh Biksu Sangha. Umat yang ingin melepas lampion juga mendapatkan arahan terkait tata cara pelepasan lampion terlebih dahulu.

Ribuan lampion yang dilepas menciptakan keindahan langit di tengah kemegahan Candi Borobudur. Para pengunjung pun terkesima dengan keindahan suasana di Candi Borobudur saat Waisak.

InJourney Destination Management yang merupakan anak usaha InJourney bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mempersiapkan perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur. Persiapan ini meliputi serangkaian acara untuk menyambut kedatangan umat Buddha dan juga para pengunjung.

Candi Borobudur juga telah bersiap untuk menyambut kedatangan masyarakat saat libur panjang akhir pekan ini.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management Hetty Herawati menjelaskan, pihaknya memperkirakan kunjungan masyarakat ke Candi Borobudur pada libur panjang perayaan Waisak akan mencapai 60.000 orang.

“Untuk itu, kami telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar pengunjung tetap nyaman, dengan tetap menjaga kelestarian Candi Borobudur,” imbuhnya.

InJourney pun berharap masyarakat bisa menikmati kunjungannya ke berbagai destinasi pariwisata. Dengan demikian, industri pariwisata dan pendukungnya bisa semakin maju dan berkembang, serta memberikan dampak yang luas pada perekonomian Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau