Advertorial

PNM Ajak Nasabahnya Studi Banding untuk Tingkatkan Ilmu Terkait Olahan Daging Dendeng

Kompas.com - 30/05/2024, 11:24 WIB

KOMPAS.com – Sebanyak 14 nasabah unggulan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari berbagai daerah melakukan studi banding ke Rumah Produksi Dendeng Maja di Aceh.

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, yakni dari Senin (20/5/2024) hingga Rabu (22/5/2024).

Penyelenggaraan studi banding tersebut bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan ilmu baru kepada nasabah dalam dunia olahan daging dendeng.

Pada sesi edukasi dan praktik, nasabah diedukasi oleh M Husni selaku pemilik dari Rumah Produksi Dendeng Maja. Mereka diberitahukan tentang berbagai jenis dan kualitas daging yang baik.

Tak hanya itu, nasabah juga diajarkan tentang cara menjaga kebersihan pada daging olahan.

Selanjutnya, para nasabah diberikan pelatihan mengenai teknik pemotongan daging, pembumbuan, dan marinasi daging.

Tak ketinggalan, nasabah juga mendapat edukasi terkait pengeringan daging secara manual menggunakan sinar matahari, suhu yang sesuai untuk pengeringan daging, serta pengemasan produk dan penyimpanan yang baik.

Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary mengatakan, kegiatan studi banding merupakan salah satu bekal intelektual yang diberikan oleh PNM untuk membantu perkembangan nasabah Mekaar.

Upaya tersebut sejalan dengan peran PNM sebagai perusahaan keuangan nonbank yang memberikan tiga modal usaha.

“PNM memberikan modal finansial, intelektual, dan sosial. Jadi, kami tidak hanya memberikan uang untuk nasabah, lalu dilepaskan. Namun, kami dampingi sampai naik kelas,” ujar Dodot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/5/2024).

Studi banding, tambah Dodot, juga bertujuan untuk mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan relasi serta pengetahuan baru tentang olahan daging dendeng.

Lewat kegiatan tersebut, para nasabah dari kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diharapkan bisa semakin termotivasi untuk mengembangkan usahanya untuk naik kelas.

“Semakin banyak ilmu yang PNM berikan, maka potensi usaha nasabah bisa semakin besar. Dengan begitu, bisa berujung pada peningkatan kesejahteraan keluarga para pelaku usaha ultramikro yang latar belakangnya dari keluarga prasejahtera,” ucapnya.

Dodot menambahkan, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dengan tema “#CariTauLangkahBaru” telah melakukan program studi banding sejak 2022.

Peserta studi banding yang merupakan nasabah PNM. Dok. PNM Peserta studi banding yang merupakan nasabah PNM.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 200 lebih nasabah yang mendapatkan pembekalan khusus untuk sektor usahanya masing-masing.

Nasabah dan sekaligus Ketua Kelompok PNM Cabang Tangerang Ayu Putri Ekawati mengapresiasi PNM yang sudah memberikan banyak ilmu mengolah dendeng melalui kegiatan studi banding.

Ayu berharap, kegiatan dari PNM tersebut dapat membuat usahanya naik kelas melalui sejumlah inovasi yang akan ia coba pada unit usahanya.

“Semangat untuk seluruh nasabah PNM. Mari kita rajin untuk terus ikut pertemuan kelompok mingguan (PKM) agar mendapatkan banyak ilmu untuk mengembangkan usaha kita semua,” kata Ayu.

PNM akan terus mendorong nasabah untuk bisa mendapatkan ilmu baru agar mereka dapat terus mengembangkan usahanya masing-masing. Salah satunya melalui kegiatan studi banding.

Sebagai informasi, PNM adalah lembaga pembiayaan dan pendampingan perempuan prasejahtera di Indonesia melalui sektor usaha ultramikro. 

PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk juga dilakukan. Hingga kini, jumlah nasabah PNM di Indonesia mencapai sekitar 15,2 juta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau