Advertorial

Pimpin Upacara Harlah Pancasila, Bupati Klaten: Pancasila Harus Terpatri Dalam Jiwa

Kompas.com - 02/06/2024, 11:21 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Pendapa Ageng Kompleks Kantor Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2024).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari unsur aparatur sipil negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Klaten.

Pada upacara tersebut, peserta dari unsur ASN mengenakan pakaian adat berupa surjan dan blangkon bagi peserta laki-laki, serta kebaya dan kain jarik bagi peserta perempuan.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani yang hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara, mengenakan pakaian adat suku Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan warna merah dan kuning.

Bupati Klaten mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat untuk mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup.

Ia berharap, nilai-nilai luhur Pancasila dapat terus terpatri dalam jiwa masyarakat Kabupaten Klaten.

“Kita kuatkan ideologi Pancasila dalam segi pendidikan, kurikulum pembelajaran anak-anak. Tidak hanya sekadar membaca, tapi juga bagaimana mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” imbuhnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (2/6/2024).

Hal itu sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dijadikan sebagai percontohan nasional oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klaten membacakan pidato dari Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Dalam pidatonya, Yudian menyoroti pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat yang sudah semakin berkembang saat ini.

Pancasila diharapkan dapat menjadi filter di tengah laju perkembangan teknologi sehingga bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi ideologi di masa depan.

Sejalan dengan tema upacara peringatan Harlah Pancasila tahun ini, “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Emas 2045”, ia juga mengajak masyarakat untuk mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila dengan metode kekinian.

Dengan demikian, diharapkan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hidup masyarakat, khususnya kaum milenial dan generasi Z yang akan menjadi penerus bangsa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau