Advertorial

Inaugurasi Desa BRILiaN Batch 1 2024, BRI Beri Apresiasi Bagi 40 Desa Terpilih

Kompas.com - 08/06/2024, 18:52 WIB

KOMPAS.com - Serangkaian program pengembangan Desa BRILiaN Batch I 2024 yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk atau BRI bersama Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan (Puslitdesbangda) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah dilaksanakan.

Agenda Inaugurasi yang diselenggarakan pada Selasa (4/6/2024) merupakan salah satu tahapan dari serangkaian Program Desa BRILiaN Batch I 2024 yang di awali kegiatan kick off meeting pada Senin (22/4/2024).

Acara pun berlanjut tahapan kedua, yaitu pelatihan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh.

Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI M Candra Utama mengatakan, selama rangkaian program Desa BRILiaN Batch I 2024, seluruh peserta desa mendapatkan berbagai pelatihan yang diberikan BRI.

Hal itu dikatakan Candra dalam Inaugurasi Desa BRILiaN Batch 1 2024 di Jakarta (4/6/2024).

Pelatihan tersebut digelar dalam rangka mendorong pengembangan potensi desa, meliputi leadership dan penguasaan kompetensi, kelembagaan desa dan BUMDes, entrepreneurship, inovasi desa, digitalisasi desa, teknik komunikasi, serta materi tematik sesuai kebutuhan.

“Pelatihan-pelatihan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh setiap desa untuk mengembangkan potensi dalam rangka menjawab permasalahan dan tantangan yang ada di desa,” ujar Candra dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (8/6/2024).

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan para pihak yang terlibat sehingga seluruh rangkaian pelatihan Desa BRILiaN Batch I dapat berlangsug.

“Kami berharap, pendampingan BRI dapat dimanfaatkan oleh setiap desa untuk mengembangkan potensi dalam rangka menjawab permasalahan dan tantangan yang ada di desa,” kata Candra.

Selanjutnya, dari 40 desa yang mendapatkan apresiasi dari BRI telah terpilih 15 desa yang nantinya diberikan pendampingan langsung oleh BRI bersama Puslitdesbangda LPPM UNS.

Peran BRI dorong pengembangan desa

Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2023, dari total 74.424 desa di Indonesia, hanya 46 persen yang masuk dalam kategori maju dan mandiri.

Seiring dengan hal itu, BRI mengambil peran dalam dalam mendorong pengembangan desa melalui program Desa BRILiaN.

Untuk diketahui, Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul.

Desa BRILianN juga mengusung semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis sustainable development goals (SDG’s).

Sejak dijalankan pada 2020, program Desa BRILiaN telah diikuti lebih dari 3.000 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.

Desa BRILiaN mengembangkan empat aspek yang terdapat di desa. Pertama, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa.

Ketiga, sustainability, tangguh dan secara continue dalam membangun desa. Terakhir, innovation, yakni kreatif dalam menciptakan inovasi.

“Program pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat. Semoga dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi kebangkitan Ekonomi Masyarakat Desa,” kata Candra.

Ia menambahkan, dalam program Desa BRILiaN dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro (UMi) dengan nama Klasterkuidupku.

Lewat hal itu, BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara selektif.

Untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), BRI juga telah mengembangkan platform pemberdayaan linkumkm.id untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM naik kelas.

Selain itu, menghadirkan produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh desa dan BUMDes, seperti AgenBRILink, Stroberi, QRIS, dan produk lainnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau