Advertorial

5 Cara Praktis untuk Redakan Nyeri Otot

Kompas.com - 13/06/2024, 11:51 WIB

KOMPAS.com – Myalgia atau yang lebih dikenal sebagai nyeri otot adalah masalah yang lumrah dirasakan oleh banyak orang.

Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres, tegang pada area tubuh tertentu, hingga aktivitas fisik berat dengan frekuensi tinggi.

Meski bukan tergolong penyakit berat, tapi nyeri otot bisa mengganggu aktivitas dan mood seseorang lantaran menimbulkan sensasi tidak nyaman.

Agar terhindar dari masalah tersebut, terdapat sejumlah cara mudah yang bisa Anda lakukan. Apa saja caranya? Berikut adalah ulasannya.

  1. Istirahat

Istirahat adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri otot.

Menurut berbagai penelitian, istirahat yang cukup sangat penting untuk mengurangi risiko peradangan lebih lanjut dan membantu proses penyembuhan otot secara lebih cepat.

Agar hasilnya maksimal, pastikan Anda mendapatkan cukup waktu istirahat, yakni selama 7-9 jam sehari. Selain itu, hindari juga aktivitas berat agar otot Anda tidak bekerja keras selama masa pemulihan.

Memberikan waktu bagi otot yang sakit untuk beristirahat dapat mengurangi peradangan dan memungkinkan pemulihan yang lebih cepat. Aktivitas fisik yang berat sebaiknya dihindari hingga rasa sakit berkurang.

  1. Pijat

Diwartakan Kompas.com, Sabtu (4/2/2023), memberikan pijatan ringan pada area yang terasa nyeri juga dapat membantu meredakan nyeri otot. Langkah ini efektif karena dapat memperlancar aliran darah dan melemaskan otot yang tegang.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda bisa melakukan pijatan pada area tubuh yang nyeri selama minimal 30 menit.

  1. Kompres dingin dan hangat

Ketika ada bagian tubuh yang terasa nyeri, khususnya setelah melakukan aktivitas berat, Anda bisa mengompres bagian yang sakit dengan es batu yang dibalut dengan plastik ataupun kompres hangat.

Kompres dingin dapat menangani nyeri otot karena dapat meredakan dan mengurangi reaksi peradangan, serta mencegah bengkak.

Anda dapat mengompres bagian otot yang sakit atau meradang selama 20 menit setiap 4 jam untuk tiga hari.

Sementara itu, kompres hangat dapat dilakukan untuk nyeri otot yang bersifat kronik. Kompres jenis ini dapat membantu mengurai otot yang tegang dan meningkatkan sirkulasi darah ke otot.

Peningkatan sirkulasi dapat membantu menghilangkan penumpukan limbah asam laktat yang terjadi setelah melakukan aktivitas berat.

  1. Konsumsi obat pereda nyeri

Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau parasetamol, juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu meredakan rasa sakit serta peradangan pada otot.

Obat tersebut dapat membantu meredakan nyeri karena memiliki kandungan yang dapat menghalangi produksi bahan kimia pada tubuh yang menimbulkan rasa sakit dan peradangan.

Sebelum meminum obat tersebut, pastikan Anda mengetahui efek samping dan mengonsumsinya sesuai dosis yang ditentukan.

  1. Gunakan koyo

Selain mengonsumsi obat, Anda juga bisa menggunakan koyo pada area tubuh yang terasa nyeri.

Untuk diketahui, koyo umumnya mengandung bahan aktif, seperti mentol atau capsaicin. Bahan ini dapat memberikan efek pendinginan atau pemanasan pada area yang nyeri.

Kedua bahan aktif tersebut efektif untuk mengurangi nyeri otot dengan cara mengurangi neurotransmiter yang bertanggung jawab atas transmisi sinyal nyeri.

Penggunaan koyo sendiri jadi cara yang paling sering dilakukan oleh banyak orang untuk meredakan nyeri otot pada bagian tubuh karena dinilai praktis dan tergolong efisien.

Bagi yang ingin meredakan nyeri menggunakan cara itu, salah satu koyo yang bisa Anda gunakan adalah produk dari Salonpas.

Sebagai informasi, Salonpas koyo terdiri dari tiga jenis koyo, yakni Salonpas, Salonpas Hot, Salonpas Pain Relief Patch. Ketiganya memiliki kandungan yang dapat meredakan berbagai macam nyeri pada tubuh.

Selain koyo, ada juga Salonpas Spray yang merupakan obat semprot. Produk ini memiliki kandungan mentol dan metil salisilat yang dapat meredakan rasa sakit serta nyeri.

Semua produk Salonpas tersebut bisa didapatkan di gerai terdekat ataupun secara online melalui platform e-commerce, seperti Tokopedia.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau