Advertorial

Rayakan Idul Adha 1445 H, BSI Salurkan 9.390 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Kompas.com - 17/06/2024, 19:01 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendistribusikan 9.390 hewan kurban sehat dan aman konsumsi bagi masyarakat duafa di berbagai wilayah Indonesia pada Idul Adha 1445 Hijriah.

Distribusi hewan kurban BSI tahun ini meningkat 32 persen dari tahun lalu, yakni sebanyak 7.112 ekor. Diperkirakan, daging hewan kurban tersebut dapat dibagi menjadi 187.800 porsi yang akan dikemas dalam besek bambu sehingga ramah lingkungan.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Idul Adha merupakan momentum tahunan BSI dalam mendistribusikan daging hewan potong kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hal ini sejalan dengan komitmen kami sebagai sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (17/6/2024).

Untuk diketahui, tahun ini, BSI berkolaborasi dengan 19 lembaga amil zakat nasional (Laznas) dalam memberikan fasilitas pembelian hewan kurban melalui BSI Mobile dan smart funding Hasanah Card.

Tercatat, pembelian hewan kurban lewat Hasanah Card mencapai 185 ekor sapi dan 628 ekor kambing atau domba. Sementara, pembelian hewan kurban melalui BSI Mobile selama periode pembelian hewan kurban sebanyak 12 sapi dan 966 kambing atau domba.

Hery mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah menyadari untuk berkurban secara online sehingga distribusi hewan lebih merata ke seluruh pelosok Indonesia.

‘’Inilah manfaat BSI Mobile sehingga umat Islam bisa berkurban dan dagingnya bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan di wilayah lain,” ujarnya.

Selain manfaat tersebut, kerja sama BSI dengan 19 amil zakat tersebut juga membuktikan misi BSI sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial nasabah.

Distribusi hewan kurban BSI akan dilakukan ke sejumlah Provinsi Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun pemotongan hewan hingga penyaluran ke duafa dilakukan secara ramah lingkungan. Hewan potong yang dipilih adalah hewan sehat yang memenuhi persyaratan umur hewan kurban dari desa binaan BSI, limbah kotoran sapi dan kambing ditampung untuk diolah menjadi kompos, serta penyaluran daging dikemas dengan daun dan minim limbah sampah.

Pemilihan hewan kurban telah diseleksi secara ketat dari aspek kesehatan hewan. Proses ini melibatkan dokter hewan dari berbagai lembaga untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para peternak terkait proses pengembangbiakkan, pemberian pakan, dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak.

Dokter hewan juga dilibatkan secara berkala dalam melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan kurban. Selain itu, penyembelih hewan kurban juga diajarkan cara memotong hewan yang benar sesuai syariat Islam.

Lebih lanjut, Hery mengatakan, green activity yang dilakukan saat kurban tersebut juga akan terus dilakukan di berbagai aspek sebagai komitmen BSI dalam menerapkan prinsip environment, social, and governance (ESG) serta menjadi perilaku positif untuk bersama mewujudkan Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau