Advertorial

Wujudkan Hunian Impian, Pekerja Bisa Manfaatkan KPR BPJS Tanpa Khawatir Beban Bunga

Kompas.com - 24/06/2024, 14:50 WIB

KOMPAS.com – Hampir tiap orang mendambakan hunian impian. Hal ini menjadi salah satu prioritas karena rumah merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap individu.

Adapun cara mewujudkan rumah impian beragam. Selain menabung dengan membeli secara tunai kepada pengembang, cara lain yang dapat menjadi alternatif adalah memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). Untuk mendapatkan fasilitas tersebut pun mudah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan turut menghadirkan fasilitas KPR bagi para pekerja.

Deputi Manager Business Bank Tabungan Negara (BTN) Tegal, Dandi Permana Indramawan, mengatakan, salah satu keuntungan dan fasilitas pembiayaan KPR BPJS Ketenagakerjaan adalah tingkat suku bunga mengikuti Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

"Nasabah (BTN) kini tak perlu khawatir bunga tinggi. Bahkan, jika ketentuan BI7DRR turun, suku bunga juga ikut turun," ujar Dandi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (24/6/2024).

Dandi melanjutkan, para pekerja yang sudah terdaftar di BPJS TK minimal satu tahun sudah dapat mengajukan fasilitas KPR BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, fasilitas KPR BPJS menjadi primadona bagi para pekerja. Berkat fasilitas tersebut, impian pekerja untuk memiliki rumah makin mudah, murah, dan nyata.

“Plafon maksimal yang bisa didapatkan sebesar Rp 500 juta dengan tenor hingga 15 tahun,” kata Dandi.

-Dok. Sapphire Griya -

Sapphire Griya hunian di Pantura

Salah satu properti yang kian berkembang di kawasan Pantai Utara (Pantura) adalah Sapphire Griya. Proyek properti ini tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan.

Pilihan ideal bagi para pekerja, Sapphire Griya telah menjalin kerja sama dengan BTN untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah impian.

Manager Marketing Sapphire Griya Slamet Supriyatno mengatakan, Sapphire telah hadir di kawasan Pantura lebih dari 15 tahun. Adapun induk utama Sapphire Grup telah berpengalaman lebih dari 18 tahun.

Sebagai developer yang telah hadir dan tumbuh bersama masyarakat, Sapphire mengedepankan komitmen, baik dalam pelayanan, kualitas maupun jaminan legalitas.

“Komitmen tersebut seiring pertumbuhan Sapphire di berbagai wilayah. Hal ini sekaligus menjadi bukti trust masyarakat bahwa produk Sapphire telah menjadi pilihan tepat,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, sejumlah proyek perumahan di bawah naungan Sapphire Griya kini berkembang di wilayah Tegal-Brebes, antara lain Sapphire Residence Tegal Tahap III, Sapphire Residence Tegal IV, Sapphire Aesthetic Brebes, Sapphire Madani Tegal, dan Mediterania Adiwerna.

Di wilayah Tegal-Brebes, lanjut Slamet, rumah yang tersedia mulai dari tipe 36/84 dengan harga Rp 399 juta, tipe 47/104, hingga 90/162 yang dibanderol seharga Rp 999 juta.

“Untuk wilayah Kabupaten Tegal, properti yang dihadirkan Sapphire Griya, yakni Sapphire Townhouse Slawi Tahap III, Sapphire Aesthetic Slawi, dan Samara Panusupan,” terangnya.

Selain itu, imbuh dia, di wilayah Slawi juga tersedia pilihan rumah beragam tipe, seperti 36/66, 40/96, 60/112, dan 69/ 140 dengan penawaran mulai dari Rp 245 juta hingga Rp 825 juta.

Untuk wilayah Pekalongan, Kabupaten Pekalongan (Kajen), dan Kabupaten Pemalang, tersedia hunian Sapphire Residence Kajen dengan tipe 38/90, 30/81, dan 52/81.

Hunian tersebut tersedia mulai dari harga Rp 279 juta hingga Rp 405 juta. Selain itu, ada pula rumah toko (ruko) tipe 125/75 seharga Rp 755 juta.

“Di Kabupaten Pemalang terdapat properti Sapphire Aesthetic Pemalang dengan beragam tipe, seperti 55/105 hook seharga Rp 747 juta dan dan tipe khusus dibanderol Rp 582 juta. Di kawasan Adiwerna Kabupaten Tegal, terdapat hunian Mediterania Adiwerna dengan tipe 50/84 seharga Rp 525 juta,” paparnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau