Advertorial

Kunjungan Kerja ke Norwegia, Menteri LHK Pelajari Pengelolaan Gambut dengan Suksesi Alami

Kompas.com - 30/06/2024, 18:24 WIB

KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya, melakukan kunjungan kerja ke Eastern National Park, Norwegia, Rabu (26/6/2024).

Kunjungan kerja dilakukan sebagai bagian dari rangkaian agenda Oslo Tropical Forest Forum (OTTF) 2024 dengan tujuan mempelajari pengelolaan gambut serta memperkuat kerja sama Indonesia-Norwegia dalam bidang konservasi lingkungan.

Di sela padatnya rangkaian agenda Oslo Tropical Forest Forum (OTFF) 2024, Menteri Siti mendapatkan undangan dari pemerintah Norwegia untuk mengunjungi Eastern National Park.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pengelolaan gambut yang dilakukan dengan sistem suksesi alami. Menteri Siti berharap, hal ini dapat diterapkan di Indonesia dalam upaya restorasi gambut yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, OTFF menjadi momen kolaborasi dan dialog para pihak untuk mempromosikan peran penting hutan tropis dalam konservasi keanekaragaman hayati, regulasi iklim, dan mendukung penghidupan jutaan orang di seluruh dunia.

"OTFF adalah momen penting bagi kita untuk berkolaborasi dan berdialog mengenai peran penting hutan tropis. Hutan tropis memainkan peran krusial dalam konservasi keanekaragaman hayati, regulasi iklim, dan mendukung penghidupan jutaan orang di seluruh dunia," ujar Siti Nurbaya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (30/6/2024).

Diskusi lapangan dilakukan selama kunjungan Menteri Siti di lokasi lahan gambut di Eastern Forest National Park di Norwegia. Selanjutnya, dilaksanakan juga pembahasan lebih lanjut dalam workshop bersama Indonesia-Norwegia di Jakarta mengenai tata kelola gambut.

"Saya juga mempelajari restorasi gambut dengan sistem suksesi alami. Diskusi lapangan yang dilakukan dilanjutkan dengan pembahasan dalam workshop bersama Indonesia-Norwegia di Jakarta tentang tata kelola gambut," tambahnya.

Kesempatan kunjungan lapangan tersebut turut dimafaatkan Menteri Siti untuk menggali pengalaman-pengalaman terbaik dalam melindungi hutan.

"Ini adalah bagian dari upaya melindungi hutan tropis untuk generasi mendatang. Inisiatif-inisiatif ini penting karena dapat menjawab kebutuhan mendesak untuk mempercepat keberlanjutan global dan meningkatkan ketahanan ekosistem hutan," jelasnya.

Kementerian LHK berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama internasional dalam upaya perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau