Advertorial

Tak Sekadar Racik Obat, Intip Sejarah Profesi Apoteker dari Masa ke Masa

Kompas.com - 10/07/2024, 14:22 WIB

KOMPAS.com – Selain dokter dan perawat, salah satu profesi penting dalam industri kesehatan adalah apoteker. Bagaimana tidak? Tanpa apoteker, kamu tak bisa mendapatkan obat yang diresepkan dokter agar pulih dari sakit.

Apoteker sendiri kerap ditemui di sejumlah pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan gerai-gerai apotek.

Kehadiran mereka di tempat-tempat tersebut tak dapat dianggap sebelah mata. Bertugas meracik obat sesuai resep dokter, apoteker bertanggung jawab memastikan setiap obat diberikan tepat dosis dan aman untuk dikonsumsi pasien.

Selain itu, apoteker berperan memberikan informasi dan saran kepada pasien tentang cara penggunaan obat yang benar. Mereka menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya, serta memberikan petunjuk tentang interaksi obat yang perlu diwaspadai.

Seiring dengan peran dan tanggung jawab yang diemban, tak sedikit orang yang bercita-cita menjadi apoteker dengan kuliah di program studi farmasi.

Namun, pernahkah terpikir bagaimana awalnya profesi apoteker muncul?

Untuk diketahui, profesi apoteker sudah tercatat dalam sejarah sejak ribuan tahun lalu. Pada zaman Mesir kuno sekitar 2.600 SM, sudah ada catatan mengenai orang yang bertanggung jawab atas obat-obatan.

Hal itu tertuang dalam teks medis kuno Papirus Ebers pada 1.550 SM yang mendokumentasikan pengetahuan pada saat itu. Teks itu mencakup berbagai resep obat dan teknik pengobatan.

Kala itu, apoteker dikenal sebagai "penjaga rahasia" yang menyimpan resep-resep dan ramuan obat untuk mengobati berbagai penyakit.

Di Yunani kuno, profesi tersebut juga sudah ada. Hippocrates yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran, mencatat penggunaan berbagai tanaman obat dalam praktik medisnya.

Para pharmacopoeae atau penjual obat di pasar-pasar juga memainkan peran penting dalam menyediakan obat-obatan kepada masyarakat pada zamannya. 

Kian terorganisasi

Memasuki abad pertengahan, profesi apoteker mulai lebih terorganisasi. Di Eropa, misalnya, para biarawan di biara-biara sering kali menjadi orang yang meracik dan menyediakan obat-obatan. Mereka mempelajari herbal dan meramu obat dari tanaman yang ada di sekitar mereka.

Namun, pada 1240, Kaisar Frederick II dari Kekaisaran Romawi Suci mengeluarkan dekrit yang memisahkan profesi apoteker dari dokter.

Hal itu menjadi tonggak penting dalam sejarah profesi apoteker. Pasalnya, pada saat itu, apoteker berdiri sebagai profesi independen yang fokus pada penyediaan dan pembuatan obat.

Memasuki era modern, profesi apoteker semakin berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Pada abad ke-19, apoteker mulai menggunakan metode ilmiah dalam meracik obat. Penemuan mikroskop dan teknik-teknik kimia baru pun memungkinkan apoteker untuk mengidentifikasi bahan aktif dalam tanaman obat dan mengembangkan obat-obatan yang lebih efektif.

Kemudian, pada awal abad ke-20, pendidikan formal bagi apoteker mulai menjadi standar. Sekolah-sekolah farmasi didirikan di berbagai negara untuk mendidik calon apoteker dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang kimia, biologi, dan farmakologi.

Di Indonesia, pendidikan formal apoteker mulai diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda dan terus berkembang hingga saat ini.

Peran penting apoteker di era modern

Saat ini, apoteker memiliki peran yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Tidak hanya bertugas meracik dan menyediakan obat, apoteker juga terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat baru.

Kehadiran mereka di industri kesehatan adalah untuk memastikan keamanan dan efektivitas obat yang digunakan oleh masyarakat.

Seiring digitalisasi yang berkembang seperti saat ini, apoteker juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan mereka.

Aplikasi kesehatan dan sistem manajemen apotek berbasis komputer membantu apoteker untuk lebih efisien dalam melayani pasien.

Menilik sejarah di atas, dapat disimpulkan bahwa apoteker memiliki peran penting dalam dunia kesehatan dari masa ke masa. Apoteker selalu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Saat ini, persaingan kerja apoteker di industri kesehatan semakin ketat. Rumah sakit papan atas serta klinik tepercaya tentu memperhatikan profil apoteker agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Apoteker tepercaya setidaknya mengantongi sejumlah syarat, seperti memiliki pendidikan formal di bidang farmasi dari institusi pendidikan yang diakui, memiliki sertifikasi atau lisensi profesi, detail dalam bekerja, mampu berkomunikasi yang baik, dan menjunjung tinggi etika profesi.

Kamu pun bisa mendapatkan rekomendasi obat dari apoteker tepercaya dengan kriteria-kriteria tersebut di apotek ataupun rumah sakit umum.

Itulah kilas profesi apoteker, sejarah, serta peran penting mereka di dunia kesehatan. Berkat kehadiran apoteker, masyarakat pun jadi lebih sehat.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com