Advertorial

Cerita Cokelat nDalem, UMKM asal Yogyakarta yang Sukses Berkembang Bersama BRI

Kompas.com - 11/07/2024, 21:33 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Sektor UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 61 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 97 persen.

Oleh karena itu, BRI berkomitmen memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada pelaku UMKM.

Salah satu UMKM yang telah mendapatkan pemberdayaan dari BRI adalah Cokelat nDalem. Produsen cokelat asal Yogyakarta ini didirikan oleh pasangan muda, Meika Hazim dan Wednes Aria Yuda, pada 2013.

Pasangan tersebut membangun usaha cokelat dengan cita rasa khas Nusantara dengan menggabungkan ilmu di bidang teknologi pertanian dan manajemen.

"Salah satu varian rasa favorit adalah segernya Indonesia dan kopi Indonesia. Kalau di varian segernya Indonesia, kami punya rasa rujak, es cincau jeruk nipis, dan es kelapa muda kokopandan," tutur Meika dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis 11/7/2024.

Cokelat nDalem sendiri telah bergabung dengan program BRILIANPRENEUR sejak 2021. Program ini merupakan inisiatif dari BRI yang berfokus pada peningkatan akses penjualan UMKM.

Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan bisa menjangkau pasar lebih luas dan meningkatkan omzet mereka.

Director of Small and Medium Business BRI Amam Sukriyanto menjelaskan, BRILIANPRENEUR merupakan inisiatif BRI dalam memperkenalkan keunikan UMKM dan produk nasabah binaannya yang memiliki daya saing tinggi.

Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret BRI sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia.

Cokelat nDalem.DOK. BRI Cokelat nDalem.

Amam menilai, hasil karya anak bangsa memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

"Kami berharap, kisah Cokelat nDalem dan UMKM lain yang berhasil go global dapat menjadi cerita inspiratif dan diikuti pelaku UMKM lain di Indonesia,” tutur Amam.

BRI, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi mitra yang terus mendukung pertumbuhan dan kemajuan sektor UMKM di Indonesia. Sebagai bank besar, BRI punya ekosistem bisnis serta telah memfasilitasi banyak UMKM.

“Semoga BRI dapat menjadi bank mitra yang bisa menghubungkan UMKM ke akses penjualan lebih besar. Dengan demikian, usaha mereka dapat tumbuh,” kata Meika.

Harapan tersebut selaras dengan komitmen BRI untuk mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. BRI memiliki berbagai program untuk memajukan UMKM, seperti penyaluran kredit, pembinaan, dan pemberdayaan.

Dengan dukungan BRI, UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Cokelat nDalem menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan UMKM binaan BRI. Kegigihan Meika dan Yuda dalam membangun usaha dipadukan dengan dukungan BRI telah membawa Cokelat nDalem menjadi salah satu produsen cokelat lokal ternama di Yogyakarta.

Bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan sensasi rasa baru dan membawa pulang kenangan indah dari Yogyakarta, Cokelat nDalem adalah pilihan yang tepat.

Perpaduan cita rasa khas Nusantara dan kemasannya yang unik menjadikan produk ini lebih dari sekadar cokelat, tetapi juga pengalaman budaya tak terlupakan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau