Advertorial

Resmi Mundur dari Walkot Surakarta, Barisan RFG Apresiasi Capaian Prestasi Gibran

Kompas.com - 19/07/2024, 15:07 WIB

KOMPAS.com - Wakil Presiden terpilih Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Gibran Rakabuming Raka, resmi mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota (Walkot) Surakarta periode 2021-2026.

Ketua Dewan Pembina Barisan Relawan for Gibran (RFG) Reza Fahlevi pun mengapresiasi capaian Gibran selama menjabat 3,5 tahun.

"Gibran adalah role model pemimpin muda kreatif dengan berbagai terobosan. Di bawah kepemimpinan Gibran, Kota Surakarta disulap menjadi episentrum kebudayaan yang adaptif dengan konsep modernisasi," ujar Reza dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/7/2024).

Selain itu, lanjut Reza, Gibran berhasil menyulap Kota Surakarta menjadi magnet bagi musisi, seniman, dan budayawan untuk memamerkan karyanya.

Seniman dan budayawan diberi panggung besar untuk berkarya. Bahkan, akun Instagram pribadi Gibran kerap menayangkan live pertunjukan budaya.

Musisi lokal, nasional dan internasional pun kerap menggelar konser di kota tersebut.

“Selama 3,5 tahun terakhir, Gibran menjadikan Surakarta sebagai ikon kota konser. Hal ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi seiring derasnya wisatawan lokal dan internasional yang berdatangan," imbuhnya.

Reza menambahkan, Gibran juga sukses mendongkrak ekonomi kerakyatan dengan memajukan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal naik kelas dengan semangat digitalisasi.

Jika dibandingkan daerah lain di Tanah Air, lanjut Reza, Surakarta lebih unggul dan mampu bersaing di skala internasional.

“Hal itu ditandai dengan produk lokal (Surakarta) yang berhasil tembus pasar dunia,” papar Reza.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari kecakapan Gibran dalam memadukan ekonomi digital dan diplomasi dengan kota lain di dunia.

Berkat deretan capaian tersebut, pihaknya meyakini bahwa Gibran akan dikenang sebagai pemimpin muda yang telah membawa perubahan revolusioner bagi Kota Surakarta.


"Barisan RFG optimistis, keberhasilan Gibran di Kota Surakarta akan dilanjutkan di kancah nasional. Terima kasih Gibran telah menginspirasi anak muda Indonesia," kata Reza.

Wakil Presiden terpilih Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Gibran Rakabuming Raka, resmi mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota (Walkot) Surakarta periode 2021-2026.

Ketua Dewan Pembina Barisan Relawan for Gibran (RFG) Reza Fahlevi mengapresiasi capaian Gibran selama menjabat 3,5 tahun.

"Gibran adalah role model pemimpin muda kreatif dengan berbagai terobosan. Di bawah kepemimpinan Gibran, Kota Surakarta disulap menjadi episentrum kebudayaan yang adaptif dengan konsep modernisasi," ujar Reza dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/7/2024).

Selain itu, lanjut Reza, Gibran berhasil menyulap Kota Surakarta menjadi magnet bagi para musisi, seniman, dan budayawan untuk memamerkan karyanya.

Adapun seniman dan budayawan diberi panggung besar untuk berkarya. Bahkan, akun Instagram pribadi Gibran kerap menayangkan live pertunjukan budaya. Selain itu, musisi lokal, nasional dan internasional kerap menggelar konser di kota tersebut.

“Selama tiga setengah tahun terakhir, Gibran menjadikan Surakarta sebagai ikon kota konser. Hal ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi seiring derasnya wisatawan lokal dan internasional yang berdatangan," imbuhnya.

Reza menambahkan, Gibran juga sukses mendongkrak ekonomi kerakyatan dengan memajukan segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal naik kelas dengan semangat digitalisasi.

Dibanding dengan daerah lain di Tanah Air, lanjut Reza, Kota Surakarta lebih unggul dan mampu bersaing di skala internasional.

“Hal itu ditandai dengan produk lokal yang berhasil tembus pasar dunia dengan memadukan ekonomi digital dan diplomasi dengan kota lain di dunia," papar Reza.

Berkat deretan capaian tersebut, pihaknya meyakini Gibran dikenang sebagai pemimpin muda yang telah membawa perubahan revolusioner bagi Kota Surakarta.

"Barisan RFG optimistis, keberhasilan Gibran di Kota Surakarta akan dilanjutkan di kancah nasional. Terima kasih Gibran telah menginspirasi anak muda Indonesia," kata Reza.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau