Advertorial

1.500 Penari Tampil di Kirab Merti Bumi Merapi, Catatkan Rekor Muri

Kompas.com - 28/07/2024, 19:51 WIB


KOMPAS.com - Lapangan Bumijo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Minggu (28/7/2024), dipernuhi ribuan penari. Mereka memeriahkan Kirab Ageng Merti Bumi Merapi hingga tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan jumlah penari kolosal baru terbanyak.

Sebagai informasi, kirab yang dilakukan merupakan pelestarian budaya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan keselamatan dalam menjalani hidup berdampingan dengan Gunung Merapi.

Ajang tersebut dimulai dengan kirab gunungan hasil bumi dari desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Kemalang. Usai berdoa bersama, masyarakat langsung tumpah ruah memperebutkan hasil bumi yang diarak.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal baru Klinting dan penerimaan piagam rekor Muri.

Bupati Klaten Sri Mulyani hadir di Kirab Ageng Merti Bumi Merapi Dok Pemkab KlatenDok. Pemkab Klaten Bupati Klaten Sri Mulyani hadir di Kirab Ageng Merti Bumi Merapi Dok Pemkab Klaten

“Saya merasa kagum dengan semangatnya pegiat seni di Kemalang sampai bisa tercatat dalam rekor Muri. Ini (merupakan) wujud semangat masyarakat dalam melestarikan seni budaya,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (28/7/2024).

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan agenda budaya yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat tersebut. Hal ini lantaran agenda tersebut turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-220 Klaten.


“Kegiatan ini sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat. Apalagi, sampai bapak-bapaknya ikut menari. Luar biasa,” katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau