Advertorial

Pemkab Klaten Adakan Pagelaran Wayang Kulit untuk Peringati Hari Jadi Ke-220 Klaten

Kompas.com - 05/08/2024, 10:16 WIB

KOMPAS.com - Ribuan warga Klaten antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Gatutkaca Sembada Nata Praja” di Alun-Alun Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (4/8/2024).

Pagelaran wayang kulit tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-220 Klaten dan HUT Ke-79 Indonesia.

Acara itu dihadiri oleh Bupati Klaten Sri Mulyani, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tamu undangan, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten mengatakan, peringatan Hari Jadi Ke-220 Klaten dan HUT Ke-79 RI kali ini sangat meriah. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah menyajikan berbagai macam hiburan.

Salah satu acara hiburan yang disajikan tersebut adalah pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki MPP Bayu Aji. Acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Bea Cukai.

Sri menjelaskan, kegiatan tahun ini meriah karena Pemkab menyiapkan 52 kegiatan yang tersebar di kecamatan se-Kabupaten Klaten.

Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga bisa memutar roda perekonomian tumbuh karena usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikut tumbuh.

“Dengan begitu, kami juga dapat membantu menumbuhkan ekonomi di Klaten. Semoga masyarakat terhibur,” ujar Sri dalam siaran pers yang diterima Kompas, Senin (5/8/2024).

Pada kesempatan itu, Sri juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam langkah pembangunan sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, semua individu memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda. Meski begitu, Sri menilai bahwa perbedaan dapat menjadi berkah untuk pembangunan menuju tatanan masyarakat Klaten yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.

“Mari semangat dalam memperingati Hari Jadi Ke-220 Klaten dan HUT Ke-79 RI. Ayo kita perkuat persatuan dan kesatuan dengan bersilaturahmi serta menjalin ukhuah guna menciptakan keamanan dan ketertiban warga,” kata Sri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho menjelaskan bahwa kegiatan pagelaran wayang kulit juga bertujuan sebagai ajang sosialisasi gempur rokok ilegal di Klaten

“Pagelaran ini juga ditujukan untuk menyosialisasikan gempur rokok ilegal serta melestarikan budaya jawa. Pagelaran wayang kulit dibawakan Ki MPP Bayu Aji dengan cerita Sang Gatutkaca Sembada Nata Praja. Kemudian, ada juga tiga bintang tamu lain, seperti Niken Salindry, Cak Slendro, dan Andik TB,” jelasnya.

Sebagai informasi, pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Sang Gatutkaca Sembada Nata Praja dimulai dengan parade penyerahan wayang oleh Mas Mbak Klaten dan 15 dalang cilik Klaten. Wayang tersebut diserahkan dari Bupati Klaten kepada Dalang Ki MPP Bayu Aji.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau