Advertorial

Panas Dalam Bisa Ganggu Aktivitas, Atasi Gejalanya dengan Obat Herbal Ini

Kompas.com - 13/08/2024, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Panas dalam merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh yang umumnya disebabkan berbagai faktor, seperti pola makan tak terjaga, dehidrasi, stres, dan terpapar polusi.

Kondisi tersebut ditandai sejumlah gejala, seperti sakit tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah, bau mulut tidak sedap, dan buang air besar (BAB) tidak lancar.

Pola makan yang tidak sehat, terlebih kurangnya asupan sayur dan buah yang mengandung serat, menjadi penyebab utama panas dalam.

Mengonsumsi makanan berminyak dan pedas secara berlebihan juga dapat memicu panas dalam. 

Kondisi tersebut dapat diperburuk dengan kurangnya konsumsi air. Ini lantaran tubuh kekurangan cairan yang diperlukan untuk menjaga fungsi organ tubuh agar tetap optimal.

Bila tak diatasi secara tepat, panas dalam dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Salah satunya, memastikan diri selalu mengonsumsi air dalam jumlah cukup, yakni 2 liter per hari agar tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, perbanyak pula asupan sayur dan buah-buahan yang kaya serat dan vitamin dalam membantu proses pencernaan, serta mengurangi makanan berminyak dan pedas untuk mencegah iritasi lebih lanjut.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi obat herbal atau suplemen yang mengandung bahan alami, seperti daun saga, krisantemum, timi, dan akar alang. Bahan-bahan alami ini dapat membantu meredakan gejala panas dalam.

Untuk diketahui, kandungan herbal alami tersebut dapat ditemukan pada obat tablet herbal, Kuldon, yang diformulasikan untuk mengatasi panas dalam.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (5/8/2024), Kuldon diklaim mampu bekerja cepat dalam menargetkan sumber panas dalam, seperti lambung dan sistem pencernaan.

Berbeda dengan produk serupa yang hanya meredakan gejala tenggorokan dan mulut dalam sementara waktu, Kuldon mampu menuntaskan panas dalam secara menyeluruh.

Suplemen tersebut pun aman dikonsumsi orang dewasa ataupun anak-anak di atas enam tahun.

Dengan mengonsumsi Kuldon, panas dalam yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bisa segera ditangani secara tepat.

Mengusung tagline “Panas dalam? #KuldonAja, Cara Herbal Atasi Panas Dalam”, Kuldon secara aman dan efektif mengatasi panas dalam langsung dari sumber pencernaan.

-Dok. Kuldon -

Berkat keunggulan bahan alami, efektivitas tinggi, dan kemudahan penggunaan, Kuldon dapat menjadi pilihan untuk meredakan panas dalam.

Kuldon saat ini telah tersedia di berbagai apotek, toko obat terdekat, dan e-commerce. Alami panas dalam? Ingat #KuldonAja!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau