Advertorial

Kunjungi Pusat Pembibitan Ternak Unggulan, Pj Gubernur Sulsel: Siap Penuhi Kebutuhan Nasional

Kompas.com - 21/08/2024, 11:29 WIB

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengunjungi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Inseminasi Buatan dan Produksi Semen (PIBPS) serta UPT Pembibitan Ternak dan Hujan Pakan Ternak milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Selasa (20/8/2024).

Didampingi Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulsel Ninuk Triyanti Zudan, Prof Zudan juga turut mengunjungi Kebun Raya Pucak. Tak hanya itu, Prof Zudan juga melakukan penanaman pala dan kakao di kawasan Pucak.

Menurut Prof Zudan, Pucak merupakan kawasan pengembangan yang bagus. Dengan laboratorium yang dimiliki, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat mengembangkan pembibitan hewan ternak dalam jumlah banyak melalui metode inseminasi buatan.

"Hari ini, kami melihat inseminasi buatan yang ada di Sulsel. Di sini, sapi dan kerbau berasal dari bibit unggul," kata Prof Zudan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (21/8/2024).

Prof Zudan menjelaskan, pengembangan dilakukan pada ternak yang memiliki keunggulan dan keunikan. Di UPT tersebut, satu sapi jantan yang menghasilkan sperma dapat disuntikan ke 200 ekor sapi betina.

"Ini bisa menjadi tempat pengembanganbiakan bibit unggul yang dikirim ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ini kemajuan yang dimiliki Sulsel," katanya.

Dalam kunjungan itu, Prof Zudan dan rombongan disambut Kepala UPT Pelayanan Inseminasi Buatan dan Produksi Semen Ir H Nuryadi dan Asisten II Kabupaten Maros Abdul Azis.

Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan mengatakan Desa Pucak merupakan kawasan pengembangan hewan ternak yang bagus. dok. Pemprov Sulsel Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan mengatakan Desa Pucak merupakan kawasan pengembangan hewan ternak yang bagus.

"Saya mengapresiasi perhatian Pak Pj Gubernur yang melihat Kabupaten Maros. Daerah kami cukup potensial. Apalagi, Kabupaten Maros dan Kota Makassar bertetangga. Kami bisa menyediakan kebutuhan dan menjadi penyangga kebutuhan pangan," kata Abdul Azis.

Laboran UPT Inseminasi Buatan dan Produksi Semen Dinas Peternakan Sulsel Siti Farida mengatakan, UPT tersebut memproduksi bibit sapi Bali, Limosin, dan Simental, serta kerbau belang Toraja.

Siti berharap, dukungan Prof Zudan dapat semakin meningkatkan produksi sperma hewan ternak di masa mendatang.

"Straw (semen) ini bisa dijual ke seluruh Indonesia karena sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujarnya.

Selain pusat pengembangbiakan hewan ternak, UPT tersebut juga menjadi tempat edukasi bagi mahasiswa dan pelajar.

Salah satu siswi SMK Negeri 4 Sidrap yang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di tempat tersebut, Mutmainnah, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan.

"Saya mendapat ilmu tentang pemberian pakan, pemberian vitamin, sanitasi, pengukuran dan tentang hijauan pakan selama PKL di sini," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau