Advertorial

Seminar Nasional FKIK Unram Bahas Pentingnya Kesadaran Kesehatan Reproduksi

Kompas.com - 09/09/2024, 11:15 WIB

KOMPAS.com – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional (Semnas) bertema “Empowering Reproductive Health: Building Awareness and Reproductive Health Education” di Dome Unram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (1/9/2024).

Seminar tersebut digelar secara hibrida dan bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi.

Selain itu, penyelenggaraan kegiatan itu juga mencerminkan semangat berkembang dan berinovasi dalam diri menjadi seorang tenaga kesehatan, khususnya bagi mahasiswa FKIK Unram

Ketua pelaksana Seminar Nasional FKIK Unram Siti Raodatul Jannah Tunairin berharap, seminar itu dapat menjadi wadah para peserta untuk menambah ilmu baru serta memperluas wawasan, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Sebab, angka kasus gangguan kesehatan reproduksi di NTB masih tergolong tinggi.

Hal senada diutarakan Dekan FKIK Unram Dr dr Arfi Syamsun, SpKF, MSiMed. Menurutnya, kegiatan seminar nasional itu merupakan wujud tanggung jawab pihaknya dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi.

“Saya rasa sangat tepat membahas tema reproductive health karena di NTB masih banyak kasus kesehatan yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Apalagi, terdapat kemungkinan jumlah kasus yang tidak tercatat cukup banyak. Hal ini bisa menjadi fenomena gunung es berbahaya" ujar dr Arfi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/9/2024).

Wakil Dekan 3 Unram Dr dr Rifana Cholidah, MSc, mengapresiasi semangat para peserta dan panitia dalam menyelenggarakan acara tersebut. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan seminar ini sebagai wadah belajar dan berbagi pengetahuan.

Pada seminar nasional itu, FKIK menggelar sejumlah gelar wicara seputar kesehatan reproduksi yang diisi oleh narasumber yang ahli di bidangnya.

Pada materi utama dengan topik “Cara Menurunkan Tingkat Insidensi dan Mortalitas Kanker Serviks”, dr Muhammad Yusuf, SpOG, Subsp Onk, memaparkan bahwa kanker serviks bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.

Selain itu, kata dr Yusuf, terdapat sejumlah strategi yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka kejadian dan mortalitas akibat penyakit kanker serviks.

Gelar wicara kedua membahas tentang “Peningkatan Peran Dokter dan Mahasiswa dalam Advokasi Keluarga Berencana”. Topik ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Mataram yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, MARS, MH, CMC, FISQua, dan dr Marisa Syafitri Dilaga, MPH.

Keduanya membahas secara mendalam tentang strategi efektif dalam edukasi kesehatan reproduksi. Dibahas pula peran penting kerja sama antara dokter, mahasiswa, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta penerapan program keluarga berencana.

Dengan topik dan narasumber yang dihadirkan, seminar nasional itu diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta menginspirasi peserta untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat Indonesia, khususnya NTB, terkait masalah kesehatan reproduksi dan cara pencegahannya.

Tak hanya itu, kegiatan itu diharapkan pula dapat menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi tenaga kesehatan yang siap berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Untuk diketahui, seminar nasional tersebut turut dihadiri Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) FKIK Unram Syihabul Muttaqin dan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIK Unram Teguh Budi Wicaksono.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau